Ganggu Arus Lalin, Pengeprasan Tebing Dikeluhkan Warga

BOYOLALI (KRjogja.com) – Pengeprasan tebing di Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, dikeluhkan para pengguna jalan karena mengganggu arus lalu lintas.  

Berdasar pantauan di lokasi, Kamis (15/9/2016), pengeprasan tebing yang tepat berada di samping jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) setinggi tujuh meter dengan menggunakan sebuah beckhoe tersebut‎ sangat mengganggu, karena material tebing banyak yang jatuh dan menutup badan jalan. ‎Setelah material menumpuk di jalan, beckhoe yang melakukan pengeprasan turun dari atas tebing untuk menyingkirkan material dari jalan dan begitu seterusnya. Otomatis, selama proses pengerukan dan pembersihan, arus kendaraan dari arah Solo maupun Selo ditutup.  

Widodo (25), salah satu pengemudi warga Kecamatan Sambi mengatakan, ‎untuk dapat melintas di lokasi pengeprasan, ia mesti mengelus dada selama setengah jam lebih menunggu proses pembersihan badan jalan selesai. Ia menyesalkan kenapa proses pengeprasan dilakukan pada siang hari saat arus lalu lintas ramai.

"Mestinya proses pengeprasan dilakukan saat kondisi sepi," ucapnya ketus.

Kanitlaka Satlantas Polres Boyolali‎, Iptu Widodo, yang melakukan pengecekan ke lokasi pengeprasan tebing juga menyayangkan aktivitas tersebut, sebab tak ada koordinasi dengan jajaran terkait terlebih dulu. Terlebih proses pengeprasan tersebut mengganggu kepentingan umum.

"Kalau seperti ini kan pengguna jalan terganggu," tegasnya.

Sementara itu si pemilik tanah, Tumar, mengakui jika pengeprasan tebing tersebut dilakukan atas inisiatifnya. Meski sudah banyak dikeluhkan masyarakat serta pernah mendapat peringatan dari Satpol PP, kegiatan pengeprasan tebing tersebut terus dilakukan karena ia mengaku tak punya alternatif lain.

Rencananya, pengeprasan tebing seluas 6 ribu meter persegi tersebut dilakukan agar lahan sejajar dengan jalan untuk lokasi pembuatan ruko. Sementara tanah di sisi jalan ia janjikan untuk lahan pelebaran jalan.

Berbeda dengan keluhan para pengendara, Tumar berkilah pengeprasan dilakukan siang hari karena jalanan sepi.

"Pekerja dan anak sekolah sudah melintas. Kendaraan pengangkut sayur juga sudah lewat. Paling hanya beberapa kendaraan pribadi dan truk. Namun kan masih bisa lewat jalur alternatif," kilahnya. (R-11)‎


 

BERITA REKOMENDASI