Ganjar Beri Kuliah Umum, Unwidha ‘Gayeng’

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN (KRjogja.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan kuliah umum di Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten Kamis (15/9). Mengenakan busana Jawa lengkap, Ganjar menekankan mahasiswa untuk bersikap logis, kritis dan analistis.

 

Kuliah umum di auditorium lama Unwidha tersebut menjadi sangat hidup dengan joke-joke segar yang dilontarkan Gubernur. Ketika mahasiswa mengajukan pertanyaan, Gubernur tidak hanya piawai dalam memberikan jawaban yang analistis, melainkan juga berbalik memberikan tugas dengan menyuruh mahasiswa memberikan nasehat pada temanya yang masih memberikan suap saat mencari SIM atau kena tilang, menyuruh menyayi lagu Garuda Pancasila, atau menguji mereka bagaimana cara mengatasi persoalan pertikaian.

Ganjar menegaskan, kedaulatan politik harus ditegakkan. Dicontohkan, ketika penegakan hukum terkait peredaran narkoba dijalankan, dan bandar narkoba akan dihukum mati, banyak pihak yang berkomentar tentang pelanggaran HAM. “Saat Bandar akan dihukum mati, teriak HAM, padahal kalau dibiarkan bangsa ini akan menjadi bangsa teler, bangsa yang koplo,” kata Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga menjelaskan bahwa Indonesia belum mandiri secara ekonomi. Ketika ada upaya untuk menghambat produsen tembakau dengan berbagai kebijakan, justru impor tembakau meningkat. Lebih memprihatinkan lagi, kata Gubernur, saat ini Cina sudah menanam tembakau yang bibitnya berasal dari Temanggung.

“Merokok itu pilihan. Jaman mbah saya dulu nginang dan “susur” tembakau, giginya jadi kuat. Waktu kecil saya main di sawah kena lintah, dilepaskanya juga pakai tembakau. Tembakau Indonesia kenapa akan dimatikan, sedangkan impor tembakau naik terus,” kata Gubernur pula.

Gubernur juga prihatin karena saat ini masih terus impor kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu. Sedangkan makanan tersebut sudah merupakan makanan yang merakyat. “Jumlah HP melebihi jumlah penduduk, tetapi barang yang kita pakai setiap hari saja kita belum mampu membuat. Kita dikerjain asing, teknologi tiap tiga bulan ganti, sehingga memunculkan sifat konsumerisme,” tambah Gubernur.

Hadir dalam kuliah umum tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Indoensia Klaten, Dr H Basuki MM, Rektor Unwidha Prof Dr Triyono, dan jajaran Muspida. (Sit)

 

BERITA REKOMENDASI