Gara-gara Sakit Hati Mantan Satpam Bacok Karyawan Pertamina

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Diduga sakit hati lantaran dikeluarkan dari pekerjaannya sebagai Satpam,seorang warga Boyolali, Jawa Tengah nekad membacok karyawan BUMN Pertamina pada Sabtu (10/4/2021). Akibatnya korban mengalami luka dibagian punggung dan lengan tangan kanan,untung nyawa korban bisa diselamatkan dan dilarikan di sebuah Rumah Sakit (RS) Columbia Semarang.

“Korban bernama Jordi Syach Maulana (23) warga jalan Merapi Ruko Citra Merapi Nomer C 2 Rt 03 Rw 05,Desa Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang tinggal di rumah kontrakan di daerah Teras. Sedangkan pelaku pembacokan diketahui ada dua orang yakni Sapto Aji (36) warga Dukuh Ketaon Tengah Rt 012 Rw 002, Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono sebagai eksekutor dan Setyo Budi Pamekas (32) warga Dukuh Jembungan Rt 010 Rw 002, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, berperan sebagai joki sepeda motor,” ujar Wakapolres Boyolali, Kompol Afrian Satya Permadi mewakili Kapolres Boyolali Morry Ermond, Kamis (29/04/2021).

Adanya kejadian tersebut, Lanjut Afrian, Team Sapu Jagad,Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Boyolali, dibantu Team Jatanras Polda Jateng bergerak cepat dan berhasil meringkus dua orang pelaku pembacokan di daerah Banyudono,pada Sabtu (17/04/2021).

“Jadi Team Sapu Jagad dibantu Jatanras Polda melakukan penyelidikan secara bertahap dan berlanjut, Alhamdulillah menemui titik terang atas kejadian tersebut, berhasil meringkus kedua tersangka salah satunya mantan Satpam di Pertamina,” kata Afrian.

Afrian menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat korban melakukan perjalanan pulang dari kantor Pertamina menuju kontrakannya dibuntuti oleh kedua tersangka yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria dan sesampai di Tempat Kejadian perkara (TKP) di jalan Teras-Bangsalan, Dukuh Tegalan tersangka langsung menyabet badan korban dengan sebuah celurit mengenai badan dan lengan tangan kanan korban. “Lalu, tersangka langsung melarikan diri,” jelas Afrian.

Dari tangan pelaku, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka.Kini kedua tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Boyolali, kedua tersangka diancam Pasal 170 KUHP atau Pasal 353 KUHP dan 352 KUHP tentang Bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang lain atau penganiyaan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Menambahkan Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Eko Marudin ditemui disela-sela rekontruksi mengatakan rekontruksi ini dengan maksud untuk mencari alat bukti baru. “Artinya untuk meyakinkan penyidik maupun dari Kejaksaan bahwa memang tersangka ini bener-benar melakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dalam rekontruksi ini tersangka memperagakan 20 adegan,” jelasnya.

Setelah rekontruksi ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan untuk pelimpahan berkasnya. Disinggung status korban, Kasat mengatakan sampai saat ini korban masih berada di RS Columbia Semarang. ” Status korban sudah dalam keadaan sadar bisa diajak komunikasi,” pungkasnya. (*_1)

BERITA REKOMENDASI