Gedung Baru DPRD Sukoharjo Ditempati Bulan Depan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gedung baru DPRD Sukoharjo di wilayah Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo Kota resmi akan ditempati 6 Januari 2020 mendatang. Sedangkan gedung lama di Jalan Veteran, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo wajib dikosongkan dan segera dirobohkan akhir tahun 2019 ini. Persiapan pemindahan terus dilakukan dan ditarget selesai sebelum batas waktu yang ditentukan.

Sekretaris DPRD Sukoharjo Basuki Budi Santoso, Senin (09/12/2019) mengatakan, sudah ada tanggal penempatan gedung baru DPRD Sukoharjo di Mandan, Sukoharjo Kota pada 6 Januari 2020 mendatang. Tanggal tersebut sudah diumumkan ke seluruh anggota dewan.

“Tanggal 6 Januari 2020 gedung baru dewan di Mandan, Sukoharjo Kota sudah ditempati. Pada kesempatan itu juga akan digelar syukuran wayangan dengan dalang Ki Anom Suroto,” ujarnya.

Sekretariat DPRD Sukoharjo terus melakukan persiapan penempatan gedung baru dan pengosongan gedung lama. Ditarget akhir Desember ini semua telah diselesaikan.

Persiapan yang dilakukan sekarang yakni pemindahan mebeler dari gedung lama ke gedung baru. Pemindahan dilakukan secara bertahap mengingat masih adanya kegiatan dewan di gedung lama. “Desember ini proses pemindahan mebeler harus sudah selesai dan gedung dewan lama harus sudah kosong dan segera dirobohkan,” lanjutnya.

Sisa waktu yang ada dianggap masih cukup bagi sekretariat DPRD Sukoharjo melakukan pemindahan barang. “Untuk teknis lainnya nanti akan dilakukan seperti pindah alamat untuk urusan surat menyurat atau kedinasan,” lanjutnya.

Kasi Intel Kejari Sukoharjo Yohanes Kardinto mengatakan, TP4D Kejari Sukoharjo sudah melakukan pengecekan langsung kondisi bangunan dan pengadaan mebeler ruang rapat paripurna. Hasilnya diketahui secara umum pelaksanaan sudah sesuai aturan baik dari waktu pelaksanaan maupun mebeler yang digunakan. Namun petugas tetap memberikan sejumlah catatan atas temuan yang didapat saat pengecekan di lapangan.

Catatan tersebut seperti diberikan TP4D Kejari Sukoharjo terhadap posisi podium di ruang rapat paripurna karena dianggap terlalu tinggi. Pengadaan podium tersebut sudah sesuai kontrak kerja. Namun petugas meminta dilakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan penggunaan kerja dewan.

“Kami melihat secara estetika saja. Kalau terlalu tinggi maka kurang tepat karena mengganggu dan membuat tidak nyaman bagi pengguna saat kerja atau kegiatan anggota dewan di ruang paripurna. Karena itu soal ketinggian podium bisa disesuaikan,” ujarnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI