Gejog Lesung Musik Akustik Petani yang Sarat Makna

GEJOK LESUNG diharapkan menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Klaten. Seni tradisional warisan nenek moyang tersebut merupakan kesenian yang unik. Sebagai upaya pelestarian, Pemkab Klaten telah menggelar festival yang diikuti  sebanyak 34 grup. Terdiri dari 26 grup utusan dari 26 kecamatan se Kabupaten Klaten, ditambah 8 grup khusus utusan dari Desa Barepan, Kecamatan Cawas.

Bupati Klaten Sri Mulyani di sela membuka festival gejog lesung baru-baru ini mengatakan, kesenian gejog lesung dengan segala  aspeknya  memiliki muatan dan nilai-nilai ungkapan syukur, penghormatan terhadap alam dan harmonisasi serta gotong – royong.

Pada zaman dahulu lesung digunakan masyarakat sebagai alat menumbuk padi, yakni memisahkan padi dari tangkai dan kulitnya. Padi yang kering dimasukkan dalam lesung, kemudian ditumbuk dengan alu sehingga menimbulkan irama yang indah. Setelah berkembang alat penggiling padi modern, masyarakat tidak lagi menumbuk padi menggunakan lesung. Namun demikian, irama indah petani saat menumbuk padi tetap dilestarikan dan berkumandang  sebagai kesenian tradisional gejog lesung hingga saat ini.

Gejog lesung hadir membawa keceriaan sejak dahulu. Permainan musik akustik petani ini dimainkan saat malam bulan purnama, atau yang dikenal masyarakat sebagai malam terang bulan. Musik ini dipakai sebagai hiburan dan pengiring keceriaan anak-anak yang sedang bermain di halaman rumah. Sangat disayangkan pesatnya perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab lunturnya kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa, khususnya seni musik tradisional gejog lesung.

Untuk itu Pemkab Klaten mendukung festival gejog lesung sebagai sarana untuk menggali, mengelola dan mengembangkan seni gejog lesung sesuai dengan tuntutan zaman tanpa menghilangkan hakikat pembentukan nilai-nilai budi luhur yang terkandung di dalamnya.

Festival gejok Lesung diselenggarakan, Minggu (21/7/2019) di Lapangan Desa Barepan, Kecamatan Cawas. Kegiatan itu sekaligus dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-215 Kabupaten Klaten HUT ke-74 Kemerdekaan RI. 

Wakil Ketua Seksi Publikasi, Dokumentasi dan Komunikasi Panitia Hari Jadi ke-215 Kabupaten Klaten dan HUT ke-74 Kemerdekaan RI,  Wahyudi Dikatakan, festival gejog lesung juga didukung Pemerintah Kecamatan Cawas dan Pemerintah Desa Barepan. Tiap kelompok terdiri dari 11 orang baik sebagai penari, penyanyi maupun petugas gejog lesung. Setiap peserta diberi waktu 10 menit untuk tampil. 

Festival gejog lesung ini diikuti peserta dari berbagai umur, baik dari anak-anak hingga dewasa. Tampil sebagai penyaji terbaik I Kecamatan Polanharjo, terbaik II Kecamatan Tulung, terbaik III Desa Barepan, Kecamatan Cawas, penyaji harapan I Kecamatan Manisrenggo dan penyaji harapan II Kecamatan Karangdowo. Pemenang lesung artistik direbut  Kecamatan Klaten Utara. (Sri Warsiti)

 

 

BERITA REKOMENDASI