Gerakan Dua Hari di Rumah Diharapkan Tekan Covid-19

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berharap gerakan Jateng dua hari di rumah saja 6-7 Februari mampu menekan angka penyebaran virus corona. Meski tidak signifikan, namun gerakan tersebut cukup membantu. Akumulasi kasus positif virus corona di Sukoharjo diketahui ada 4.177 kasus dengan 274 kasus diantaranya meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Sabtu (06/02/2021) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berharap gerakan tersebut mampu menekan angka penyebaran virus corona. “Apabila semua mau melaksanakannya, meski tidak terlalu signifikan dampaknya tapi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo tetap berharap bisa menekan angka penyebaran virus corona,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo menilai gerakan yang dilakukan hanya dua hari terlalu pendek. Meski demikian Yunia mengatakan, setidaknya bisa membantu menekan penyebaran virus corona dengan meminimalisir mobilitas masyarakat diluar rumah.

Pengawasan ketat dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo selama pelaksanaan gerakan tersebut. Petugas akan melakukan patroli disejumlah wilayah rawan seperti pusat keramaian di pasar tradisional, mall, warung makan dan lainnya.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo per 5 Februari 2021 diketahui kasus positif virus corona terakumulasi sebanyak 4.177 kasus. Rinciannya, 252 kasus isolasi mandiri, 186 kasus rawat inap, 3.465 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 274 kasus meninggal dunia.

Kontak erat terakumulasi 1.0345 kasus dengan rincian 88 kasus baru dan 10.257 kasus lama. Dari akumulasi tersebut diketahui ada 3.939 kasus isolasi mandiri dan 6.406 kasus selesai pemantauan. Sedangkan akumulasi suspek 1.020 kasus dengan rincian, 16 kasus isolasi mandiri, 775 kasus selesai pemantauan, 205 kasus rawat inap, 24 kasus meninggal dunia dan 545 kasus swab negatif.

“Selama dua hari di rumah saja diharapkan juga bisa menekan angka klaster keluarga dimana banyak ditemukan kasus. Terpenting protokol kesehatan wajib dilakukan secara ketat sekarang mengingat kasus masih tinggi,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI