GPAI SD dan SMP Minta Bantuan Anggaran APBD Sukoharjo

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SD dan SMP di Sukoharjo mengalami kesulitan mengikuti Program Profesi Guru (PPG). Mereka kemudian mengadukan masalah ke anggota dewa. Para guru meminta agar DPRD Sukoharjo menganggarkan untuk membiayai PPG bagi GPAI SD dan SMP. Sebab kuota dan anggaran dari Kementerian Agama sangat terbatas.

Koordinator GPAI SD dan SMP Joko Santoso, Rabu (24/03/2021) mengatakan, banyak GPAI SD dan SMP di Sukoharjo sudah lulus pretest PPG pada tahun 2019. Namun sejak saat itu hingga sekarang nasih GPAI SD dan SMP tersebut belum jelas karena tidak bisa mengikuti PPG. Sebab kuota dan anggaran dari Kemenag sangat terbatas.

GPAI SD dan SMP di Sukoharjo tersebut sebagai solusi bisa mengikuti PPG dengan meminta anggaran dari daerah untuk membiayainya. Pada tahun 2021 ada sebanyak 19 GPAI SD dan SMP berkesempatan mengikuti PPG setelah ada anggaran dari APBD Sukoharjo untuk membiayai mereka.

Sementara itu masih ada 74 orang GPAI SD dan SMP yang belum bisa mengikuti PPG tahun 2021 ini. Merekapun meminta agar DPRD Sukoharjo menganggarkan untuk membiayai PPG.

“Kuota dan anggaran dari Kemenag sangat terbatas. Aturannya membolehkan PPG GPAI SD dan SMP dibiayai APBD. Tahun 2021 ini ada 19 orang sudah ikut PPG melalui dana APBD dan masih ada 74 orang belum mendapat kesempatan sehingga kami memohon DPRD Sukoharjo untuk menganggarkan kembali,” ujarnya.

Joko menjelaskan, sesuai data yang dimiliki ada total 87 orang GPAI SD dan SMP sudah lulus pretest PPG tahun 2019. Rinciannya, 19 orang ikut PPG tahun 2021 dengan dibiayai APBD Sukoharjo. Sedangkan 74 orang lagi belum bisa ikut PPG karena terkendala dana.

Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi mengatakan, sudah ada alokasi anggaran dari APBD Sukoharjo tahun 2021 bagi 19 GPAI SD dan SMP untuk mengikuti PPG. Anggaran disediakan daerah untuk membantu kelancaran GPAI mengikuti PPG setelah mereka terkendala kuota dari Kemenag.

Sedangkan bagi 74 orang GPAI SD dan SMP lainnya belum bisa mengikuti PPG pada tahun ini karena keterbatasan anggaran daerah. Kebutuhan mereka baru akan dianggarkan berikutnya. “Kami bisa membantu mengusulkan pada dinas, namun kalau anggaran tahun ini sudah tidak ada,” ujarnya.

Wawan meminta kepada 74 orang GPAI SD dan SMP tersebut untuk bersabar. Sebab anggaran daerah yang akan disediakan untuk kegiatan PPG mereka juga membutuhkan persiapan dan ketersediaan di APBD. “Kemungkinan baru bisa dianggarkan melalui APBD tahun depan. Sabar dulu,” lanjutnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Agus Sumantri mengatakan, komisi IV DPRD Sukoharjo prinsipnya siap membantu keluhan GPAI SD dan SMP di Sukoharjo. Salah satunya memperjuangkan anggaran daerah untuk membiayai PPG bagi mereka. Namun penyediaan tersebut juga harus melihat kemampuan keuangan melalui APBD Sukoharjo. Sebab apabila dipaksakan pada tahun ini kemungkinan juga belum mampu mencukupi semua kebutuhan.

Agus mengatakan, anggaran daerah melalui APBD Sukoharjo lebih memungkinkan membantu membiayai bagi 74 orang GPAI SD dan SMP untuk mengikuti PPG pada tahun 2022 mendatang. “Kalaupun dimasukan dalam APBD Perubahan tahun 2021 belum diketahui ada tidaknya anggarannya. Jadi lebih baik dimasukan dalam APBD tahun 2022 mendatang,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI