Gugus Tugas Awasi Kedatangan Pemudik

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo bersiap memperketat kembali pengawasan hingga tingkat RT/RW khususnya terhadap pendatang. Status Kabupaten Sukoharjo sekarang masih zona oranye atau tingkat risiko penularan virus corona sedang dan tidak ingin kembali naik menjadi zona merah atau tingkat risiko tinggi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, sudah ada aturan tegas berupa kebijakan dari pemerintah pusat terkait larangan mudik Lebaran. Kebijakan tersebut sekarang sedang disosialisasikan kesemua pihak termasuk melibatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

“Sudah ada pelajaran berharga tahun lalu saat musim mudik Lebaran. Saat itu sudah ada larangan dari pemerintah pusat dan ternyata banyak yang nekat dengan memaksakan diri mudik ke Sukoharjo. Akibatnya terjadi lonjakan kasus positif virus Corona. Untuk tahun ini jangan sampai terulang lagi dan semakin diperketat pengawasan hingga RT/RW,” ujarnya, Sabtu (03/04/2021).

Yunia menegaskan, pengetatan pengawasan sebenarnya sudah diberlakukan di semua wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Namun khusus menghadapi musim mudik Lebaran akan semakin diperketat lagi dengan melibatkan petugas gabungan. Kegiatan diawali dengan penyekatan di perbatasan dengan sasaran kendaraan pemudik dari luar daerah.

“Warga yang memiliki anggota keluarga di perantauan agar tidak memaksakan diri mudik Lebaran karena rawan terjadi penyebaran virus Corona. Petugas dari tim gabungan nanti akan memperketat semua pintu masuk di perbatasan Sukoharjo,” lanjutnya.

Yunia menambahkan, mengaca dari pengalaman tahun lalu masih banyak ditemukan pemudik masuk wilayah Sukoharjo melalui berbagai jalur. Meski sudah diawasi ketat petugas namun pemudik tetap berhasil masuk dan sampai di rumah kampung halaman melalui jalur tikus.

“Jalur tikus ini memang banyak dan dimanfaatkan pemudik. Kami minta kesadaran pemudik agar tidak memaksakan diri. Kalaupun nanti nekat mudik dan masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo maka wajib melapor ke petugas dan akan dilakukan penanganan secepatnya salah satunya isolasi mandiri,” lanjutnya.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, Pemerintah Kecamatan Grogol bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Grogol sudah bersiap mengantisipasi kedatangan pemudik. Sebab para pemudik tersebut dimungkinkan datang tidak hanya saat Lebaran saja, namun juga diprediksi jauh hari sudah datang ke wilayah Kabupaten Sukoharjo termasuk di Kecamatan Grogol. (Mam)

BERITA REKOMENDASI