Gugus Tugas Pantau Pelaksanaan Salat Idul Fitri

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mewaspadai kemunculan klaster baru penyebaran virus Corona pada pelaksanaan salat Idul Fitri. Panitia salat Idul Fitri juga diminta melapor pada petugas apabila akan menyelenggarakan di lingkungan masing-masing.

“Klaster masjid sudah ada temuan dan klaster pemudik juga ada temuan selama puasa Ramadan. Terdekat ada salat Idul Fitri dan kami waspadai karena juga masih ada kerawanan penyebaran virus Corona. Masyarakat termasuk panitia penyelenggara kami minta memperketat penerapan protokol kesehatan,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Selasa (11/05/2021).

Sebagai bentuk pencegahan kemunculan penyebaran virus Corona saat pelaksanaan salat Idul Fitri maka pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada warga dalam kondisi tertentu seperti sakit dengan gejala virus Corona, sedang menjalani isolasi mandiri, kontak erat dan pemudik tidak memaksakan diri ikut salat Idul Fitri.

Jamaah salat Idul Fitri ditegaskan Yunia harus dalam kondisi sehat agar tidak menjadi sumber penyebaran virus Corona. Petugas di masing-masing desa dan kelurahan nanti akan melakukan pemantauan termasuk pengecekan kesiapan pelaksanaan salat Idul Fitri yang diselenggarakan oleh takmir masjid.

“Semua akan dicek petugas baik sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan. Termasuk kondisi kesehatan warga atau jamaah salat Idul Fitri. Tapi karena kemungkinan banyaknya lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri kemungkinan hanya dilakukan pengecekan dibeberapa titik saja. Petugas di masing masing desa dan kelurahan kami minta aktif membantu pemantauan,” lanjutnya.

Yunia mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo nantinya dalam pemantauan juga akan dibantu sejumlah pihak terkait seperti dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Polres, Kodim 0726, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo dan lainnya. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan salat Idul Fitri.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, mengatakan, menjelang Lebaran beberapa hari kedepan Pemkab Sukoharjo meminta pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona hingga di masing masing desa dan kelurahan untuk semakin memperketat pemantauan. Petugas sejak sekarang diminta sudah melakukan pendataan mengenai lokasi penyelenggaraan malam takbir dan salat Idul Fitri di masing masing lingkungan desa dan kelurahan.

Pemkab Sukoharjo sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 30 April 2021 nomor 400/1390/2021 tentang Penegasan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M Pada Masa Pandemi Virus Corona di Kabupaten Sukoharjo. Ada delapan hal penting diatur dalam peraturan tersebut selama puasa Ramadan hingga Lebaran.

Salah satu isi dalam SE tersebut yakni menjelaskan dalam menyambut malam Idul Fitri kumandang takbir dilaksanakan di dalam masjid dengan pembatasan jumlah kehadiran maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau mushola atau tidak boleh lebih dari 100 orang dan tidak melakukan kegiatan takbir keliling. (Mam)

BERITA REKOMENDASI