Gugus Tugas Perketat Pengawasan Hajatan

Pemkab Sukoharjo menyikapi hal ini meminta pada masyarakat tidak memaksakan diri menggelar hajatan hingga menimbulkan kerumunan massa. Hajatan seperti pernikahan digelar dengan sistem banyu mili atau tamu datang langsung pulang bergantian dengan tidak menyediakan kursi dan meja tamu.

“Masyarakat jangan terlena karena saat ini pandemi belum selesai. Memang saat ini musimnya banyak masyarakat menggelar hajatan. Silahkan punya hajatan yang penting protokol kesehatan. Tidak menyediakan kursi, tapi banyu mili,” ujarnya.

Sistem banyu mili dijelaskan Etik Suryani akan mencegah terjadinya kerumunan massa di kegiatan hajatan. Sebab dilokasi acara tidak disediakan kursi dan meja tamu. Dengan demikian maka tamu setelah datang bisa langsung pulang secara bergantian.

Larangan menyediakan kursi dan meja tamu juga meminimalisir kerumunan massa sehingga terjadi kontak erat. Hal ini sekaligus untuk mencegah penyebaran virus Corona di acara hajatan tersebut.

BERITA REKOMENDASI