Gugus Tugas Sukoharjo Vaksinasi Pelayan Publik

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo akan memulai vaksinasi virus Corona dengan sasaran pelayan publik mulai Rabu (24/2). Total ada 19.313 orang pelayan publik sasaran penerima vaksin virus Corona. Hingga Selasa (23/2) baru ada 12.000 dosis vaksin virus Corona diterima. Artinya ada kekurangan sebanyak 7.313 dosis vaksin virus Corona. Kekurangan sudah dimintakan tambahan dan diharapkan segera dikirim Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ke Sukoharjo.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Selasa (23/2) mengatakan, jadwal pelaksanaan vaksinasi virus Corona dengan sasaran pelayan publik sudah diputuskan mulai Rabu (24/2). Pelaksanaan kegiatan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah mengirim vaksin virus Corona ke Kabupaten Sukoharjo. Total ada 1.200 vial vaksin virus Corona diterima dimana satu vial berisi 10 dosis sehingga totalnya sebanyak 12.000 dosis.

Jumlah vaksin virus Corona yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo masih kurang banyak. Sebab data sasaran pelayan publik penerima vaksin virus Corona sebanyak 19.313 orang atau ada kekurangan sebanyak 7.313 dosis atau orang.

Kekurangan vaksin virus Corona tersebut sudah dimintakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah dimintakan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Diharapkan kekurangan vaksin bisa segera dikirim dan diterima untuk memperlancar proses vaksinasi virus Corona di Sukoharjo.

“Vaksinasi virus Corona dengan sasaran pelayan publik rencananya akan dimulai Rabu (24/2). Vaksinasi dilakukan bertahap sambil menunggu kiriman tambahan karena ada kekurangan vaksin virus Corona,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah melakukan persiapan pelaksanaan vaksinasi virus Corona dengan pemberitahuan ke sasaran penerima vaksin virus Corona. Penyampaian informasi dilakukan melalui pimpinan instansi pelayan publik. Diharapkan setelah menerima informasi dan jadwal para sasaran vaksinasi virus Corona bisa bersiap menerima vaksin virus Corona.

“Pelaksanaan vaksinasi virus Corona dilakukan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Nantinya sasaran bisa datang dan menerima vaksin virus Corona disana,” lanjutnya.

Yunia Wahdiyati mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sejak beberapa hari lalu melakukan pendataan terhadap sasaran penerima vaksin virus Corona. Pendataan dilakukan dengan sasaran pelayan publik. Mereka disasar ikut vaksinasi virus Corona karena sering bersentuhan langsung dengan banyak orang. Kondisi tersebut membuat pelayan publik rawan tertular virus Corona.

Pendataan terhadap pelayan publik juga dilakukan setelah sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan vaksinasi virus Corona kepada 10 orang tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan. Pemberian vaksin tahap pertama tersebut telah terlaksana pada 25 Januari lalu. Sedangkan vaksinasi virus Corona tahap kedua dengan sasaran pelayan publik masih menunggu jadwal.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui total ada 19.313 orang sasaran pelayan publik. Mereka masuk dalam pendataan penerima vaksin virus Corona berikutnya.

Sasaran pelayan publik tersebut rinciannya, TNI 1.942 orang, Polri 708 orang, anggota DPRD 57 orang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) 188 orang, kepala desa, Lurah dan perangkat 2.109 orang, pejabat negara 2 orang, aparatur sipil negara (ASN) 8.527 orang, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja 747 orang, pegawai BUMN atau BUMD 559 orang, petugas pelayanan publik yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat usia 18-59 tahun ada 4.474 orang.

Sasaran pelayan publik nantinya sebelum mengikuti vaksinasi virus Corona juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan lebih dahulu. Apabila hasil pemeriksaan dokter sasaran pelayan publik dinyatakan sehat maka berhak mengikuti vaksinasi virus Corona. Begitu pula sebaliknya bila sakit dan tidak memenuhi syarat maka proses vaksinasi virus Corona akan ditunda lebih dahulu menunggu kondisi siap.

“Vaksinasi virus Corona masih terus berjalan di Sukoharjo. Sebelumnya vaksin sudah diberikan kepada 10 orang tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan maka setelah ini giliran pelayan publik. Proses pendataan telah selesai dan diketahui ada 19.313 orang sasaran pelayan publik terdata,” ujarnya.

Yunia mengatakan, pendataan sasaran penerima vaksin virus Corona dilakukan sesuai dengan instruksi pemerintah pusat. Prioritas sasaran vaksinasi virus Corona sebelumnya dilakukan terhadap 10 orang tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan, namun sekarang sudah menyasar ke profesi lain yang bersentuhan dengan pelayanan publik.

Sasaran tersebut seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) pelayanan publik, media, guru dan lainnya. Proses pendataan dikoordinasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dengan pihak terkait.

“Daerah lain juga sama karena instruksinya dari pusat sama. Vaksinasi virus Corona tetap jalan dan sasarannya semakin meluas tidak hanya tenaga kesehatan saja tapi yang bersentuhan dengan pelayanan publik,” lanjutnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dalam proses pendataan tersebut tidak hanya meminta identitas saja, namun juga terkait riwayat kesehatan. Hal itu penting mengingat program vaksinasi virus Corona juga memiliki beberapa ketentuan yang harus dipenuhi khususnya sasaran dengan riwayat penyakit berat.

Yunia menambahkan, sesuai dengan kebijakan pemerintah sekarang bagi mereka yang sudah terdata sebagai sasaran penerima vaksin virus Corona maka wajib mengikuti vaksinasi. Apabila menolak maka akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan berlaku.

“Sekarang sudah ada aturan bagi sasaran terdata vaksinasi virus Corona apabila menolak maka akan mendapat sanksi,” lanjutnya.(Mam)

BERITA REKOMENDASI