Gugus Tugas Temukan 48 Klaster Penularan Virus Corona

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Klaster penularan Virus Corona di Sukoharjo terjadi penambahan. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui ada 48 klaster penularan virus corona. Jumlah tersebut naik delapan klaster dari sebelumnya hanya 40 klaster saja. Penambahan klaster tersebut bedampak pada peningkatan jumlah akumulasi kasus positif virus corona menjadi 799 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (15/10/2020), mengatakan, ada penambahan klaster penularan virus corona di Sukoharjo. Apabila sebelumnya hanya ada 40 klaster saja, maka sekarang naik menjadi 48 klaster. Penambahan delapan klaster terjadi seiring adanya peningkatan akumulasi kasus positif virus corona di Sukoharjo sebanyak 799 kasus.

Tambahan sebanyak delapan klaster baru penularan virus corona terjadi disejumlah wilayah di Sukoharjo. Rinciannya, klaster penularan virus corona penduduk setempat di Dukuh Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol sebanyak delapan orang. Dari delapan orang tersebut satu orang diantaranya meninggal dunia dan empat orang lainnya merupakan warga Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari.

Klaster baru di Dukuh Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol terjadi karena adanya acara hajatan. Penularan virus corona terjadi pada beberapa jenjang usia dan jenis kelamin dalam keluarga tersebut.

Tambahan klaster baru juga ditemukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terhadap kontak erat kasus Cikampek yang semula klaster keluarga sebanyak tiga orang di wilayah Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo. Dalam kasus tersebut telah terjadi penularan ke satu orang rekan kerja dan satu orang anaknya sehingga total menjadi lima orang.

Yunia melanjutkan, tambahan klaster baru penularan virus corona juga terjadi pada kontak erat kasus konfirm nomor 730 atau perangkat Desa Cangkol, Kecamatan Nguter sebanyak tiga orang, kontak erat kasus konfirm 618 keluarga penduduk setempat di Kelurahan Sukoharjo sebanyak tiga orang, kontak erat kasus konfirm 752 atau pendatang dari Jakarta di Kecamatan Polokarto sebanyak dua orang, kontak erat kasus konfirm nomor 729 riwayat perjalanan Jakarta di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban sebanyak dua orang.

“Ada juga tambahan klaster baru terhadap pelaku perjalanan Bojonegoro dan kontak eratnya di Manisharjo, Kecamatan Bendosari sebanyak tiga orang dan terakhir temuan terhadap kontak erat kasus confirm nomor 711 penduduk setempat di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura sebanyak tiga orang,” ujarnya.

Yunia melanjutkan, sebagian besar kasus konfirmasi pada periode ini adalam konfirm tanpa gejala. Jumlah konfirm tanpa gejala sebanyak 50 orang atau 73,5 persen dan konfirm dengan gejala sebanyak 18 orang atau 26,5 persen. (Mam)

BERITA REKOMENDASI