Gunakan Identitas Palsu, Pinjam Uang Rp 45 Juta

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dua orang pelaku pemalsuan surat berupa dua buah administrasi kependudukan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan satu buah Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) berhasil ditangkap petugas Polres Sukoharjo. Kedua pelaku yakni Wiwit Suparti (48) dan Tri Daryono (43) menggunakan surat palsu tersebut untuk aksi penipuan meminjam uang sebesar Rp 45 juta di BMT Muamalat Cabang Bekonang, Kecamatan Mojolaban.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Senin (16/12/2019) mengatakan, kronologis kejadian bermula saat pelaku Wiwit Suparti warga Dusun Gabahan Kelurahan Jombor Kecamatan Bendosari dihubungi pelaku lainya Tri Daryono warga Serengan Kota Solo untuk menjaminkan BPKB ke BMT Muamalat Cabang Bekonang Kecamatan Mojolaban. Saat menjaminkan BPKP Tri Daryono meminta agar diatas namakan Wiwit Suparti.

Kemudian pada 6 Mei 2019, Wiwit Suparti datang ke BMT Muamalat Cabang Bekonang, Kecamatan Mojolaban di Jalan Mayor Ahmad Desa Cangkol mengajukan pengajuan peminjaman uang sebesar Rp 45 juta. Uang tersebut digunakan dengan dalih modal usaha toko emas dan perak. Pinjaman uang akan dikembalikan dalam jangka waktu 36 bulan.

Dari hasil survei dan data data berupa KTP dan KK yang diberikan diketahui pelaku tidak memiliki hutang dan usaha tersebut sudah 10 tahun berjalan dengan aset Rp 750 juta. Selain itu laba usaha yang dibubukan sebesar Rp 22 juta. Selanjutnya dilakukan suvei ke rumah pelaku dan akhirnya pinjaman uang sebesar Rp 45 juta diberikan.

Setelah pelaku menerima uang dari pihak BMT Muamalat Cabang Bekonang, Kecamatan Mojolaban aksi kejahatannya mulai terbongkar. Pelaku tidak pernah melakukan pembayaran angsuran. Bahkan setelah pihak BMT Muamalat Cabang Bekonang, Kecamatan Mojolaban memberikan somasi pelaku tetap saja tidak mengubris.

Pihak BMT Muamalat Cabang Bekonang, Kecamatan Mojolaban akhirnya mengambil langkah dengan melakukan audit. Hasilnya diketahui bahwa KTP dan KK serta BPKB milik pelaku diketahui palsu. Mengetahui hal tersebut selanjutnya pihak BMT Muamalat Cabang Bekonang, Kecamatan Mojolaban melaporkan kejadian ke Polres Sukoharjo.

Polres Sukoharjo setelah menerima laporan korban kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya pelaku Wiwit Suparti ditangkap di area terminal bus Sukoharjo dan pelaku Tri Daryono ditangkap di wilayah Serengan, Kota Solo pada 9 Desember 2019. 

Dalam pemeriksaan diketahui pelaku Wiwit Suparti mendapat bagian uang tunai sebesar Rp 10 juta. Sedangkan pelaku Tri Daryono Rp 35 juta. Semua uang tersebut dari pengakuan kedua pelaku telah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pelaku dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal penjara selama enam tahun,” ujarnya.

Polisi dalam kasus ini mengamankan sejumlah barang bukti milik kedua pelaku seperti satu buah BPKB, satu buah copian KK dan KTP, dua buah printer, satu buah laminator, satu buah CPU, satu buah monitor, stampel, satu buah keyboard. (Mam)

BERITA REKOMENDASI