Gunung Pegat Tutup, Desa Karangasem Bulu Kehilangan Potensi PAD

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemerintah Desa Karangasem, Kecamatan Bulu kehilangan potensi pendapatan asli desa (PAD) sekitar puluhan juta hingga seratusan juta rupiah selama pandemi virus Corona dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona. Tempat wisata alam Gunung Pegat sebagai sumber pendapatan desa terpaksa tutup sementara.

Kepala Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Bambang Minarno, Sabtu (17/07/2021) mengatakan, Pemerintah Desa Karangasem, Kecamatan Bulu memiliki andalan sumber pendapatan desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari tempat wisata alam Gunung Pegat. Hasil pengelolaan dapat memberikan pendapatan bagi desa cukup besar.

Pada tahun 2020 lalu Pemerintah Desa Karangasem, Kecamatan Bulu dari hasil pengelolaan tempat wisata Gunung Pegat mampu memperoleh pendapatan kotor sebesar Rp 150 juta lebih. Sedangkan pada semester pertama tahun 2021 ini terhitung mulai Januari-Juni pendapatan kotor sekitar Rp 80 juta lebih.

Hasil pengelolaan tempat wisata alam Gunung Pegat mampu memberikan kontribusi besar PAD bagi Desa Karangasem, Kecamatan Bulu. Terlebih lagi pendapatan tersebut mampu untuk pengembangan desa. Selain itu, keberadaan tempat wisata alam Gunung Pegat juga mampu menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar.

Bambang Minarno menjelaskan, pada tahun 2020 lalu saat awal pandemi virus Corona pihak pengelola masih bisa membuka tempat wisata alam Gunung Pegat dengan pengaturan ketat sesuai kebijakan pemerintah terkait protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona. Hasil pendapatan kotor yang diperoleh juga sangat besar mencapai Rp 150 juta lebih.

Kondisi berbeda dialami pada tahun 2021 dimana pandemi virus Corona belum berakhir. Terhitung Januari-Juni terjadi penurunan jumlah pengunjung di tempat wisata alam Gunung Pegat. Imbasnya pendapatan kotor yang diperoleh hanya Rp 80 juta lebih saja. Penurunan pendapatan juga disebabkan faktor penerapan PPKM darurat virus Corona hingga memaksa pengelola menutup tempat wisata Gunung Pegat.

“Pandemi virus Corona dan penerapan PPKM darurat sangat berpengaruh. Sebab tempat wisata alam Gunung Pegat harus tutup sementara. Padahal tempat wisata tersebut jadi andalan pendapatan Pemerintah Desa Karangasem, Kecamatan Bulu. Kalau ditutup maka bisa kehilangan banyak potensi pendapatan desa,” ujarnya.

Bambang Minarno mengatakan, melihat pengalaman pada tahun lalu dimana jangka waktu Juni-Desember merupakan sumber pendapatan besar. Sebab disaat itu jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan

“Juli ini seharusnya banyak pengunjung datang karena musim kemarau. Tapi karena PPKM darurat virus Corona dan tempat wisata ditutup maka dipastikan tidak ada pendapatan masuk,” lanjutnya.

Pihak pengelola tempat wisata Gunung Pegat memanfaatkan waktu tutup sementara saat PPKM darurat virus Corona untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana. Selain itu juga dilakukan penyempurnaan berupa penambahan fasilitas bagi pengunjung. (Mam)

BERITA REKOMENDASI