Guru Berkarakter Harus Memiliki Sifat Jujur

KLATEN, KRJOGJA.com – Masyarakat peduli pendidikan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten menggelar seminar bertajuk Peran Guru dalam Mensukseskan Pendidikan Berkarakter di Gedung Wongso Menggolo, Klaten, Rabu (20/12/2017).  Kegiatan yang diikuti 2.500 peserta itu sekaligus deklarasi guru berkarakter.

Perwakilan masyarakat peduli pendidikan, Bambang Saptono, mengatakan, deklarasi guru berkarakter yang digelar guru di Kabupaten kali ini yang pertama di Indonesia. Melalui deklarasi ini diharapkan pendidikan berkarakter yang dicanangkan oleh pemerintah pusat bisa mengena.

Guru berkarakter yang dimaksud adalah guru yang memiliki sifat beriman kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, menanamkan kejujuran kepada anak didik, menjaga etika ketimuran, dan selalu berbuat baik.

"Selama ini pendidikan berkarakter belum bisa diterjemahkan oleh pendidik. Untuk itu dengan deklarasi guru berkarakter ini, pendidik-pendidik, khususnya di Klaten, bisa mempelopori bagaimana pendidikan berkarakter yang sebenarnya. Harapannya bisa menular ke daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Panut Mulyono, mengatakan, karakter berarti mempunyai sifat-sifat baik. Sehingga kalau gurunya berkarakter maka para siswanya mudah diajari untuk berbuat baik. Sebab, orang Indonesia kebanyakan adalah paternalistik, artinya lebih mudah mencontoh dari pada diarahkan.

Dicontohkan, saat guru mengatakan hal baik kepada siswa, lalu diikuti dengan perbuatan baik, maka siswa akan mengikuti. Sehingga, guru berkarakter itu dimaksudkan adalah guru yang mempunyai sifat-sifat mulia atau baik. Dengan begitu pasti akan lebih berhasil dalam mendidik anak didiknya. (Lia)

BERITA REKOMENDASI