Guru di Klaten Ini Dipolisikan Orang Tua Murid

KLATEN (KRjogja.com) – Nasib malang menimpa Sugiyanto, seorang guru pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan (penjasorkes) di SMPN 2 Jatinom, Klaten. Upayanya menegakkan disiplin murid saat kegiatan belajar mengajar justru berbuah pahit. Ia dilaporkan ke polisi oleh salah satu orang tua murid yang tak terima.

Sugiyanto kepada awak media, Kamis (28/7/2016), menceritakan, peristiwa itu bermula pada 24 Februari 2016. Ketika itu Sugiyanto sedang menjalani kegiatan belajar mengajar kepada siswa kelas 9 dengan materi memperkenalkan gerakan Senam Sehat Anak Indonesia.

Dalam pelajaran itu Sugiyanto meminta semua siswa untuk memperhatikan dan mengikuti gerakan senam. Namun, ada salah satu siswa berinisial DV yang tak memperhatikannya. Sugiyanto pun menegurnya dengan lisan.

“Saat saya tanya kenapa tidak mengikuti gerakan senam, siswa itu (DV) menyepelekan. Kemudian saya tepuk pipi disini (sebelah kiri) pelan, tapi menghindar. Lalu tangan saya yang kanan mengenai pipinya (sebelah kanan), sedikit memar. Waktu itu saya mengenakan cincin akik,” ujarnya.

Dari kejadian itu, lanjut Sugiyanto, sudah dilakukan mediasi dan berdamai. Namun ia terkejut ternyata orang tua siswa tersebut tetap membawa persoalan itu ke ranah hukum. “Saat ini saya setiap hari Rabu harus wajib lapor di kantor polisi,” tururnya.

Peristiwa yang dialami Sugiyanto mendapat perhatian serius dari PGRI Kabupaten Klaten. Menurut  Ketua PGRI Kabupaten Klaten, Sunardi, apa yang dialami Sugiyanto merupakan bentuk kriminalisasi terhadap guru. “Kami akan melakukan pendampingan," ujarnya. (M-7)

BERITA REKOMENDASI