H-10, Perbaikan Jalur Solo-Selo-Borobudur Dihentikan

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Pengerjaan perbaikan jalur wisata Solo – Selo – Borobudur (SSB) akan dihentikan sementara pada H-10 lebaran, agar tak mengganggu arus lalu lintas yang diprediksi ramai selama lebaran di jalur utama penghubung Boyolali – Magelang tersebut. 

Dari pemantauan di lapangan, Kamis (8/6), proyek pengerjaan jalur SSB sejauh tujuh km di ruas Desa Selo – Desa Jrakah di perbatasan dengan Magelang tersebut terus dikebut, meliputi pengecoran jalan, pembuatan talud, serta penguatan tebing di sisi jalur. Buka tutup jalur pun diberlakukan, terutama saat proses pengecoran berlangsung. 

Untungnya, arus kendaraan tak terlalu ramai sebab kendaraan lintas antar kota dialihkan ke jalur lain. Terlebih setelah Jembatan Grawah di Desa Cepogo ambrol dan saat ini masih menggunakan jembatan darurat. 

‎Pengawas jalur SSB Bina Marga Jawa Tengah, Sumarwan mengatakan, pihaknya mendapat instruksi jika pada H-10 lebaran, seluruh proyek perbaikan jalur harus dihentikan sementara. Perbaikan jalur SSB Jrakah Selo dibagi dalam dua paket, yakni di wilayah Jrakah sejauh 2 km dan di Selosepanjang 5 km. 
"Jalan pun harus bersih dari material proyek agar tak mengganggu arus kendaraan selama lebaran yang diprediksi ramai," terang Sumarwan.

Untuk saat ini, paket proyek perbaikan jalur di wilayah Jrakah yang sudah mencapai 50 persen sudah sudah diliburkan, sebab‎ kedua lajur sudah dibeton. Sebab bila mengejar sampai H-10, nanti malah akan ada perbedaan tinggi lajur sebab proses betonisasi dilakukan per lajur, tak bisa di kedua lajur secara bersamaan. (R-11)

BERITA REKOMENDASI