Hajatan Warga Undang 1.200 Tamu di Cepogo Dibubarkan

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Tim Satuan Tugas (satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah terpaksa membubarkan acara hajatan di Dukuh Karanganyar Desa Mliwis Kecamatan Cepogo, Kamis (04/02/2021). Pembubaran ini dilakukan karena melanggar aturan dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Boyolali. Pelanggaran yang dilakukan karena jumlah orang yang hadir dalam acara lebih dari 30 orang.

“Kami dari tim satgas kabupaten kebetulan untuk tim yustisi antara Satpol PP, Polri dan TNI kita langsung survei ke lokasi benar sesuai protokol kesehatan atau tidak, ternyata itu tidak,” ungkap Kasi Operasi dan Pengendalian Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Boyolali, Moch Supriyatin disela kegiatan.

Ia menegaskan tim satgas telah memperingatkan dan tidak memberikan rekomendasi, akan tetapi warga tetap nekat menggelar hajatan di tengah pandemi. Akibatnya hajatan yang mengundang 1.200 tamu ini dibubarkan. “Langsung kami bubarkan. Karena kalau tidak tidak dibubarkan akan kami serahkan ke Polres,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Cepogo, Sigit Purwanto pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi masyarakat terkait dengan acara yang melibatkan banyak orang. “Sebenarnya telah melaksanakan edukasi kepada para warga yang mengadakan hajatan dan kita tidak akan pernah memberikan rekomendasi. Tetapi warga banyak yang tidak patuh,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan guna menekan angka perkembangan Covid-19 di Kabupaten Boyolali. Sehingga dia berpesan agar masyarakat selalu patuh aturan dan selalu menerapkan protokol kesehatan. (*_1/Sit)

BERITA REKOMENDASI