Hama Penggerek Batang Serang Klaten

KLATEN (KRjogja.com) – Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa hama penggerek batang menyerang tanaman padi di Kabupaten Klaten. Upaya pengendalian terus dilakukan Dinas Pertanian (Dispertan) setempat agar tidak berdampak pada hasil panen.

Data dari Dispertan Klaten, pada periode tengah bulan (TB) kedua sampai bulan Juli 2016, dari total lahan tanam seluas 14.910 hektare, 54 hektare terserang hama penggerek batang, dan 191 hektar sisanya dalam kondisi waspada. Serangan hama penggerek batang pada TB kedua itu terjadi merata di 12 kecamatan, terparah di Kecamatan Tulung dengan luas serangan 16 hektare, sedangkan di kecamatan lain rata-rata luas serangan di bawah 10 hektare.

Koordinator Pengamat dan Pengendali OPT Dispertan Klaten, Sunarno, mengungkapkan hama penggerek batang terjadi akibat dari merebaknya kupu-kupu (klaper) yang biasanya muncul setiap sore hingga malam hari. Kemunculan klaper ini karena tertarik dengan sinar, baik sinar lampu listrik, kendaraan, maupun bulan.

Saat berada di persemaian, lanjut Sunarno, klaper biasanya meletakkan telur di bagian bawah daun. Satu klaper bisa menelurkan sampai lima kelompok telur yang masing-masing berisi 50 telur. Dalam satu masa tanam, satu pasang klaper bisa menghasilkan 600-an ulat.

“Telur itu menetas menjadi ulat dan kemudian masuk ke dalam batang tanaman padi, maka bisa menggerek. Jika sudah begitu maka akan sulit dikendalikan. Untuk itu perlu dilakukan langkah antisipasi,” ujar Sunarno saat ditemui KRjogja.com, Jumat (5/8/2016). (M-7/Sit)

BERITA REKOMENDASI