Hama Tikus Jadi Ancaman Besar Petani

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Tikus masih menjadi ancaman besar bagi petani pada musim tanam I (MT I) padi tahun ini. Ratusan hektar sawah terancam rusak akibat ulat tikus. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo melakukan sejumlah tindakan pencegahan agar tikus tidak merusak dan menurunkan atau menyebabkan gagal panen. Tindakan tersebut seperti gerakan gropyokan tikus, pola tanam serentak dan memanfaatkan predator alam berupa burung hantu untuk mengurangi populasi tikus.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Jumat (17/1) mengatakan, ada ratusan hektar sawah terancam hama tikus. Ancaman dikategorikan dalam kategori ringan, sedang dan berat sesuai dengan pola serangan tikus di masing masing wilayah. Petugas memberlakukan tindakan pencegahan berbeda sesuai dengan masing masing kategori kerawanan seranan tikus.

Wilayah yang rawan terkena serangan hama tikus seperti di Kecamatan Sukoharjo Kota, Tawangsari, Bendosari, Polokarto dan Mojolaban. Tikus dengan cepat berkembangbiak dan mengancam tanaman padi petani.

Tindakan paling serius dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo terhadap lahan pertanian yang masuk kategori berat terserang hama tikus. Bentuknya yakni dengan gropyokan massal melibatkan banyak pihak secara serentak. Diharapkan dengan cara tersebut banyak tikus mati dan tanaman padi terselamatkan.

“Tikus menyerang karena perkembangbiakan populasi sekarang banyak. Disisi lain petani baru saja mulai tanam padi. Jadi perlu tindakan cepat agar serangan hama tikus tidak sampai ke kategori berat,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah menerjunkan petugas melakukan pendampingan dan penyuluhan terhadap petani. Salah satu masalah yang ditemukan sekarang yakni berkaitan dengan serangan hama tikus.

“Belum ada tanaman padi terserang hama tikus. Kondisi sekarang tikus menyerang petani yang sedang melakukan pembibitan. Jadi sekarang sekarang juga akan dilakukan pemusnahan hama tikus,” lanjutnya.

Untuk mengatasi serangan hama tikus tersebut sudah dilakukan berbagai upaya dari petugas. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menggerakan petani untuk melakukan gropyokan tikus. Selain itu juga mendorong percepatan tanam dengan menggunakan sistem pola tanam serentak. (Mam)

BERITA REKOMENDASI