Harga Cabai Berangsur Turun Rp 110.000 Per Kilogram

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Harga cabai di pasar tradisional di Sukoharjo berangsur turun setelah pedagang mendapat tambahan pasokan barang dari petani dibeberapa daerah usai panen. Harga diharapkan terus menurun saat panen raya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat puasa Ramadan dan Lebaran April-Mei mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Rabu (24/3) mengatakan, harga cabai pada pekan ini berangsur turun setelah pedagang mendapat tambahan pasokan dari petani dibeberapa daerah yang sudah panen. Penurunan juga disebabkan salah satunya karena turunnya pembelian dari masyarakat ditengah tingginya harga cabai dalam beberapa hari terakhir.

Tambahan pasokan cabai didapat pedagang dalam jumlah cukup banyak. Pasokan tersebut diharapkan terus bertambah saat petani panen raya cabai. Kondisi tersebut dikatakan Sutarmo bisa terus menurunkan harga karena stok cabai di pedagang bertambah.

“Harga cabai berangsur turun setelah pedagang dapat tambahan pasokan dari petani dibeberapa daerah yang sudah panen,” ujarnya.

Harga cabai rawit merah sepekan lalu masih tinggi Rp 120.000 per kilogram. Harga berangsur turun pada Senin (22/03/2021) menjadi Rp 115.000 per kilogram dan kembali turun pada Selasa (23/03/2021) menjadi Rp 110.000 per kilogram. Penurunan dalam dua hari ditambahkan Sutarmo cukup signifikan karena total turun Rp 10.000 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada cabai rawit hijau sepekan lalu dihargai Rp 60.000 per kilogram. Harga turun pada Senin (22/03/2021) menjadi Rp 55.000 per kilogram dan Selasa (23/03/2021) menjadi Rp 50.000 per kilogram. Artinya ada penurunan harga dalam dua hari terakhir total Rp 10.000 per kilogram.

Harga cabai rawit merah paling tinggi dibandingkan jenis cabai lainnya dalam beberapa pekan terakhir di Sukoharjo. Tingginya harga disebabkan karena minimnya pasokan dari petani setelah tanaman cabai rusak terdampak hujan. Akibatnya stok cabai di pedagang terbatas dan menyebabkan kenaikan harga dipasaran.

“Harga cabai khususnya jenis rawit merah dan rawit hijau serta jenis lainnya kami perkirakan terus turun karena petani di daerah penghasil akan panen raya. Mudah mudahan saat puasa Ramadan dan Lebaran stok cabai melimpah dan harga normal agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Data dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo diketahui harga cabai merah besar Rp 40.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 45.000 per kilogram, bawang merah Rp 32.000 per kilogram, bawang putih honan Rp 23.000 per kilogram, bawang putih kating Rp 27.000 per kilogram, beras Rp 9.000-Rp 11.000 per kilogram, gula pasir Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 13.000-Rp 14.000 per liter, daging sapi Rp 100.000 per kilogram, daging ayam Rp 33.000 per kilogram, telur ayam Rp 21.000 per kilogram.

“Harga cabai merah besar dan cabai merah keriting tetap stabil tidak ada perubahan dibanding pekan lalu. Kami harap harga dua jenis cabai itu juga turun setelah panen raya nanti,” lanjutnya.

Sutarmo menambahkan, secara umum kondisi harga dan stok barang menjelang puasa Ramadan bulan depan aman. Tidak ada kenaikan harga signifikan sehingga meresahkan pembeli. Kalaupun ada hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang sekarang harganya sudah berangsur turun.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo terus melakukan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok pangan menjelang puasa Ramadan. Pasar tradisional dan gudang penyimpanan bahan pokok pangan dipantau ketat petugas agar tidak terjadi masalah dipasaran.

“Stok dan harga kebutuhan pokok pangan menjelang puasa Ramadan aman. Kalaupun nanti ada kenaikan tidak terlalu signifikan. Biasanya terjadi pada daging ayam dan telur ayam,” lanjutnya.

Pedagang Pasar Kartasura Bambang mengatakan, ada tambahan pasokan cabai dikirim langsung petani dibeberapa daerah yang sudah panen. Namun cabai tersebut harus disortir ulang karena beberapa diantaranya banyak yang dalam kondisi kurang baik akibat pengaruh terkena hujan.

“Kondisi cabai yang kurang baik tetap saya jual karena masih laku dan ada pembeli. Memang lebih murah dan harga cabai rawit merah sekarang sudah turun Rp 110.000 per kilogram,” ujarnya.

Bambang mengatakan, sekarang stok cabai berbagai jenis yang didapat dan dijual kembali mencapai 30-50 kilogram. Padahal sebelumnya untuk mendapat cabai sekitar 30 kilogram saja sulit karena terbatasnya pasokan dari petani.

“Pasokan dari petani bertambah karena sudah panen. Jadi saya berani stok banyak mengingat harga sudah turun dan diharapkan permintaan dari pembeli kembali normal,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI