Harga Cabai dan Bawang Merah di Sukoharjo Terus Naik

Sutarmo mengatakan, meski naik namun stok dan harga cabai dan bawang merah masih terkendali. Dibanding daerah lain kondisi di Sukoharjo dianggap masih lebih baik. Sebab beberapa daerah sudah mengalami lonjakan harga tinggi karena terpengaruh cuaca dimana sudah diguyur hujan deras dan banjir.

“Cabai dan bawang merah masih terpenuhi dari petani lokal baik di Sukoharjo dan Solo Raya, beberapa juga dipasok dari petani dari daerah lain di Jawa Tengah dimana kondisinya belum terlalu banyak terpengaruh cuaca,” lanjutnya.

Harga telur ayam juga mengalami kenaikan secara bertahap mulai dari Rp 19.000 per kilogram, kemudian naik Rp 21.000 per kilogram sepekan lalu dan sekarang dijual Rp 23.000 per kilogram. Kenaikan sama terjadi pada harga daging ayam dari sebelumnya Rp 28.000 per kilogram sekarang Rp 30.000 per kilogram.

Data dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo harga kebutuhan pokok lain di pasar tradisional di Sukoharjo masih stabil. Harga beras termurah Rp 9.000 per kilogram, beras medium Rp 10.000 per kilogram, beras premium Rp 11.000 per kilogram, gula pasir Rp 12.000 per kilogram, minyak goreng Rp 13.000 per liter, daging sapi 100.000-Rp110.000 per kilogram.

Pedagang Pasar Kartasura Mamik mengatakan, kenaikan harga khususnya sayuran terjadi karena faktor cuaca. Sebab beberapa daerah penghasil sayuran sudah diguyur hujan deras dan berpengaruh pada tanaman. Dampak lainnya pasokan sayuran dari petani ke pedagang ikut berkurang.

“Paling terlihat kenaikan harga cabai rawit merah terpengaruh hujan didaerah penghasil. Kenaikan juga terjadi pada telur ayam dan daging ayam karena sekarang sudah banyak warga menggelar hajatan. Katering juga sudah membuka usaha dan membutuhkan bahan memasak dalam jumlah banyak,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI