Harga Cabai Rawit Merah di Sukoharjo Tembus Rp 90.000/Kg

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kenaikan harga cabai rawit merah tidak terkendali hingga menyentuh angka Rp 90.000 per kilogram. Kenaikan terjadi setiap hari karena keterbatasan pasokan dari petani ke pedagang.

Lurah Pasar Ir Soekarno, Widadi Nugroho mengatakan, dari empat jenis cabai yakni cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit merah dan cabai rawit hijau, kenaikan harga paling tinggi terjadi pada jenis cabai rawit merah. Kenaikan terjadi setiap hari karena keterbatasan pasokan dari petani ke pedagang. Padahal dalam setiap hari permintaan cabai rawit merah dari masyarakat ke pedagang selalu ada.

Pengelola Pasar Ir Soekarno Sukoharjo mencatat tiga jenis cabai lain harganya masih stabil yakni, cabai merah besar Rp 45.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 45.000 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp 50.000 per kilogram.

Kenaikan harga dan keterbatasan stok cabai rawit merah sudah disampaikan pengelola Pasar Ir Soekarno Sukoharjo ke Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo. Hal ini dilakukan untuk dicarikan solusi agar harga kembali turun dan stok barang bertambah.

Kenaikan harga juga dicatat pengelola Pasar Ir Soekarno Sukoharjo pada komoditas pangan bawang putih honan dari sebelumnya Rp 22.000 per kilogram naik menjadi Rp 24.000 per kilogram dan bawang putih kating Rp 26.000 per kilogram naik menjadi Rp 27.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Iwan Setiyono mengatakan, ada kenaikan permintaan masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok pangan hingga mengakibatkan harga naik. Kenaikan harga juga disebabkan karena faktor terbatasnya pasokan barang yakni cabai rawit merah dari petani. Akibatnya harga cabai rawit merah sekarang mengalami kenaikan paling mencolok.

“Cabai rawit merah masih mengandalkan pasokan dari petani beberapa daerah. Karena kondisi cuaca ekstrem dan beberapa daerah penghasil banjir dan naiknya permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru maka harga mengalami kenaikan,” ujarnya.

Terkait hal ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Salah satunya melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Termasuk juga dikoordinasikan dengan Bulog untuk membantu penyediaan tambahan bahan pokok pangan menghadapi Natal dan Tahun Baru.

“Stok beras di Kabupaten Sukoharjo jelas aman karena melimpah. Khusus untuk jenis sayuran yang berkurang karena cuaca,” lanjutnya.

Pedagang Pasar Kartasura Bambang mengatakan, kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam dan telur ayam. Penyebabnya karena permintaan masyarakat mengalami peningkatan menjelang Natal dan Tahun Baru. Selain itu juga faktor peningkatan aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun karena pemerintah batal menerapkan PPKM Level 3.

Bambang menjelaskan, harga daging ayam sebelumnya Rp 32.000 per kilogram. Harga kemudian naik pada pekan lalu menjadi Rp 33.000 per kilogram dan sekarang naik lagi Rp 34.000 per kilogram. Sedangkan harga telur ayam juga naik dari sebelumnya Rp 23.000 per kilogram menjadi Rp 24.000 per kilogram dan sekarang Rp 25.000 per kilogram. (Mam)

BERITA REKOMENDASI