Harga Kebutuhan Pokok Jelang Nataru Diharapkan Stabil

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pedagang grosir sengaja dikumpulkan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo karena memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas stok barang dan harga kebutuhan pokok. Petugas setelah ini juga akan melibatkan pedagang di pasar tradisional untuk melakukan hal sama sebagai bagian dari persiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru. Apabila terjadi masalah maka akan dilakukan berbagai upaya penanganan seperti menambah stok barang dan operasi pasar.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Kamis (13/12/2018) mengatakan, gerak cepat dilakukan petugas untuk menjaga stabilitas harga dan stok barang khususnya bahan kebutuhan pokok pangan di pasaran menjelang Natal dan Tahun Baru. Sebab disaat momen seperti ini sering dimanfaatkan oknum untuk berbuat curang dengan melakukan penimbunan barang yang berakibat kenaikan harga. 

Karena itu sebagai antisipasi maka petugas sejak akhir November lalu sudah melakukan langkah dengan pemantauan lapangan. Sejumlah pasar tradisional dan tempat atau gudang penyimpanan bahan kebutuhan pokok dilihat langsung oleh petugas. Hasilnya semua masih dalam kondisi stabil dan belum ada gejolak.

Memasuki Desember Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo semakin gencar melakukan pemantauan. Tidak sebatas melihat kondisi di lapangan namun juga mengundang dan melibatkan pedagang grosir dan pedagang kecil di pasar tradisional. Mereka diminta untuk tidak berbuat curang demi mencari keuntungan besar pribadi dengan menimbun barang dan menaikan harga jual.

Para pedagang baik grosir dan kecil di pasar tradisional tersebut memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan kebutuhan pangan. Kalaupun nanti ada temuan masalah maka mereka bisa segera melaporkannya ke petugas dan akan ditindaklanjuti.

"Stok dan harga kebutuhan pokok sampai sekarang masih stabil dan tidak ada temuan masalah baik kelangkaan dan kenaikan di luar kewajaran. Kami pantau terus dengan melibatkan pedagang baik skala besar maupun kecil," ujarnya.

Dalam setiap hari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo sudah meminta kepada semua lurah pasar tradisional membuat laporan stok dan harga kebutuhan pokok. Dengan demikian maka semua pergerakan akan diketahui sebagai bagian dari antisipasi munculnya masalah.

Data juga dimintakan kepada pedagang grosir yang memiliki stok bahan kebutuhan pokok pangan dalam jumlah besar. Sebab barang tersebut harus dikeluarkan dari tempat penyimpanan atau gudang untuk dijual dan tidak boleh ditimbun terlalu lama. Apabila dilanggar maka akan berpengaruh pada stok barang dipasaran menjadi sedikit. Kondisi tersebut nantinya akan menyebabkan terjadinya kenaikan harga.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo dalam pengawasan bahan kebutuhan pokok juga melibatkan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Bulog. Kedua instansi tersebut sengaja dilibatkan karena memiliki peran besar membantu mengatasi masalah apabila terjadi kelangkaan barang dan kenaikan harga diluar kendali. 

Baik PPI dan Bulog siap menggelontor barang dalam jumlah banyak agar stok dipasaran melimpah dan harga kembali stabil. Sistem pemantauan juga dilakukan PPI dan Bulog secara menyeluruh disemua wilayah di Sukoharjo.

"Apabila memang dalam kondisi sudah sangat kritis maka akan dilakukan operasi pasar dengan menggelar pasar murah dengan menyediakan bahan kebutuhan pokok pangan dalam jumlah besar dan harga terjangkau. Tapi itu dilakukan apabila memang diperlukan dimana stok barang sudah langka dan harga naik tinggi," lanjutnya.

Khusus untuk Bulog selaku instansi yang berwenang dalam mendistribusikan beras pemerintah melalui program Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP), ikut bertanggungjawab dalam menjaga stabilitas serta ketersediaan beras medium melalui pendistribusian Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Khusus untuk pendistribusian beras, secara teknis masih akan dikoordinasikan bersama Bulog.

Distribusi beras nantinya akan dilakukan sampai desa/kelurahan melalui BUMDes, koperasi atau UKM yang ada di desa setempat. Dengan demikian stok beras diharapkan selalu tersedia melimpah sampai ditingkat desa. (Mam)

BERITA REKOMENDASI