Hingga Akhir Bulan Mei, Produksi Beras di Boyolali Masih Aman

Editor: Agus Sigit

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kabupaten Boyolali sudah lama dikenal sebagai lumbung pangan. Pada tahun 2022, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali memiliki target luas tanam 48.606 hektar dengan luas panen sebesar 48.719 hektar.

“Dengan produktivitas 58,16 kuintal per hektar atau 5,8 ton produktivitasnya. Sehingga target kita untuk akhir tahun 2022 itu untuk gabah kering giling adalah 283.344 ton kalau disetarakan dengan beras adalah 162.605 ton,” kata Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto pada Senin (6/6/2022) kemarin di kantornya.

Jumlah penduduk di Kabupaten Boyolali 1.070.247 jiwa dengan indikator atau indeks konsumsi beras nasional yaitu 111,58 kilogram per kapita per tahun maka stok pangan di Kabupaten Boyolali terhitung aman. Hal tersebut terbukti di akhir bulan Mei tahun 2022, luas tanam mencapai 21.626 hektar dengan luas panen sebesar 25.168 hektar, jumlah produktivitas 5,7 ton per hektar atau lebih tepatnya 57,47 kuwintal per hektar. Dari angka tersebut, diperoleh produksi gabah kering giling sebesar 145.002 ton per hektar atau setara dengan 83.214 ton beras

“Kalau hitung-hitungan jumlah penduduk dan jumlah panen itu jelas surplus,” ungkapnya.

Sementara itu, dilaporkan hingga akhir 2021, produksi beras dihasilkan dari lahan seluas 49.270 hektar dengan produktivitas rata-rata mencapai 58,07 kuintal per hektar, produksi padi sejumlah 286.120 ton atau setara 164.199 ton beras. Hingga akhir 2021 beras yang dikonsumsi 1.062.713 jiwa penduduk yakni 118.578 ton beras. Sehingga surplus beras mencapai 45.622 ton.

Bambang menambahkan, angka tersebut diperoleh dari kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam mengimplementasikan peraturan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang tidak bisa dialihfungsikan pemanfaatannya.

“Pemerintah Kabupaten Boyolali konsisten sejak beberapa tahun yang lalu antara lain dengan memperketat alih fungsi lahan pertanian berkelanjutan. Jadi kita sudah punya Perda LP2B,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menerapkan strategi dengan memperbaiki dan menyiapkan sarana irigasi berikut dengan peralatan pendukung yang disertai dengan sumber daya manusia (SDM) yang semakin meningkat. (R-3)

 

BERITA REKOMENDASI