Hujan Deras dan Angin Kencang, Ratusan Rumah di Lereng Merapi Rusak

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Seratusan rumah warga di lereng Merapi di wilayah kecamatan Selo rusak akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa (4/12/2018) malam. Kerusakan rata-rata terjadi pada atap rumah yang porak poranda terbawa angin.

Dari data yang dihimpun, Rabu (5/12/2018), terdapat sedikitnya ada 138 rumah yang rusak, baik rusak ringan, sedang ataupun berat, di Desa Samiran, Lencoh, dan Kuncen. Selain atap rusak, sebuah tebing pekarangan rumah setinggi 6 meter dan panjang 20 meter di Dukuh Tegalsruni, Desa Samiran, longsor dan merusak tembok rumah warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo menjelaskan, pasca kejadian, pihaknya langsung melakukan pemantauan di lokasi kejadian dan mengirimkan relawan untuk  penanganan pasca bencana. Dapur umum, antara lain dari BPBD, PMI, Dinas Sosial, dan Tagana juga sudah disiapkan. "Ada 120 relawan yang diterjunkan untuk membantu masyarakat, personel TNI dan Polri gotong royong, " jelasnya.

Pihaknya sudah menyiapkan bantuan logistik untuk warga terdampak bencana yang cukup untuk tiga hari ke depan. Puluhan paket logistik juga disiapkan khusus untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, yakni yang temboknya roboh atau sebagian besar atapnya hilang tersapu angin.  

"Kebutuhan pokok antara lain, genteng, asbes, dan sebagainya nanti akan kita upayakan untuk membantu perbaikan rumah warga yang rusak,"

Terkait longsor tebing, Anwar (74), salah satu warga Dukuh Tegalsruni, Desa Samiran menceritakan, longsor terjadi sekitar pukul lima sore setelah wilayah tersebut diterpa hujan deras disertai angin kencang. Setelah hujan reda, terdengar suara gemuruh yang mengagetkan warga. Saat dicek, ternyata ada tebing longsor yang menimpa bagian belakang rumah tetangganya, yakni rumah milik Gito Miarjo (55). "Tembok belakang bagian rumah jebol dan ringsek," katanya.

Melihat kejadian tersebut, warga langsung gotong royong membereskan kerusakan dan material longsor. Sementara pemilik rumah mengungsi ke rumah kerabatnya, tak jauh dari rumah mereka. (Gal)

BERITA REKOMENDASI