Hujan Deras, Dua Kecamatan Terdampak Banjir

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Hujan deras mengakibatkan banjir di wilayah Kecamatan Kartasura dan Grogol. Air menggenang di jalan hingga rumah warga. Akibatnya seratusan kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi setelah rumah terendam banjir akibat luapan Kali Jenes.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Sabtu (22/01/2022), mengatakan, hujan deras terjadi merata di Kabupaten Sukoharjo sejak Jumat (21/01/2022) siang hingga Sabtu (22/01/2022) pagi. Kondisi tersebut membuat peningkatan volume air sungai. Akibatnya terjadi banjir disejumlah wilayah.

Hujan deras juga membuat jalan tergenang akibat meluapnya saluran air. Akibatnya arus lalu lintas kendaraan disejumlah wilayah menjadi terganggu.

Data BPBD Sukoharjo diketahui, banjir terjadi di wilayah Kecamatan Kartasura dan Kecamatan Grogol. Di Kecamatan Kartasura banjir terjadi di wilayah Kelurahan Kartasura di simpang empat traffic light Kartasura dengan ketinggian air sekitar 30 cm, barat Pasar Kartasura ketinggian air 20 cm, dan di timur Gereja Kristen Indonesia, di wilayah Desa Pucangan banjir terjadi di sepanjang jalan depan UIN Raden Mas Said sampai dengan Lapangan Gumuk, di Desa Ngabeyan banjir terjadi di Dukuh Tegalsari Lor atau Utara terminal lama dengan ketinggian air 30 cm dan Jalan Adi Sumarmo dengan ketinggian air 20 cm, di Desa Ngemplak banjir di Dukuh Dawukan, Dukuh Rojoniten, Dukuh Soditan, Dukuh Gebyok di Desa Singopuran banjir di barat Heritage ketinggian air 20 cm.

Banjir di Kecamatan Grogol terjadi di Desa Banaran akibat luapan Kali Jenes. Banjir terjadi di Dukuh Talang RT 07 RW 01 terdampak 14 KK ketinggian air 30 cm, Dukuh Talang RT 03 RW 02 terdampak 20 KK, Dukuh Pondongan RT 02 RW 06 terdampak 18 KK. Banjir di Desa Cemani terjadi di Dukuh Gambiran RT 02 RW 01 terdampak 10 KK, Dukuh Gambiran RT 01 RW 03 terdampak 10 KK, Dukuh Gambiran RT 02 RW 03 terdampak 24 KK Dukuh Gambiran RT 03 RW 03 terdampak 7 KK, Dukuh Gambiran RT 04 RW 03 terdampak 52 KK. Terdampak banjir mengungsi ditempat warga yang tidak terdampak banjir atau tempat yang lebih tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat waspada bencana alam saat puncak hujan Januari. Sebab curah hujan semakin meningkat dipengaruhi fenomena alam La Nina.

“Puncak hujan Januari. Masyarakat kami minta waspada bencana alam. Tanda-tanda perubahan cuaca ekstrem  sudah terlihat sejak akhir November lalu dan semakin meningkat Desember dimana curah hujan terus meningkat dan angin kencang,” ujarnya.

Tiga kecamatan paling rawan banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo yakni Kecamatan Grogol, Kecamatan Polokarto dan Kecamatan Mojolaban terus dipantau BPBD Sukoharjo. Warga yang tinggal di wilayah rawan tersebut telah disiapsiagakan menghadapi kerawanan bencana alam yang bisa datang sewaktu-waktu.

BPBD Sukoharjo sudah melakukan antisipasi bencana alam dengan mengirimkan surat edaran ke semua camat pada Oktober lalu. Isi surat berkaitan dengan kewaspadaan terjadi bencana alam di semua wilayah akibat perubahan cuaca ekstrem.

Surat edaran tersebut diminta BPBD Sukoharjo bisa diteruskan dari camat ke masing-masing kepala desa dan lurah di wilayahnya masing-masing. Imbauan kewaspadaan bencana alam diharapkan bisa diterima masyarakat secepatnya sebagai bentuk kesiapsiagaan.

“Sudah dilakukan tindaklajut dari surat edaran tersebut. Pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan sudah merespon. Warga juga telah aktif mewaspadai bencana alam dengan kegiatan kerja bakti membersihkan saluran air dan sungai, siskamling memantau ketinggian air sungai dan lainnya,” lanjutnya.

Sri Maryanto, mengatakan, peta wilayah rawan banjir di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2022 ini masih sama seperti tahun 2021 sebelumnya dan tidak ada perubahan. Wilayah tersebut berada di dekat Sungai Bengawan Solo.

Sungai Bengawan Solo menjadi sumber banjir saat musim hujan karena tidak mampu menampung air hingga meluap ke wilayah sekitarnya. Hal tersebut terjadi setelah Sungai Bengawan Solo menjadi tampungan air dari berbagai sungai yang mengalami dibeberapa wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Aliran air berasal seperti Kali Samin, Kali Langsur, Kali Sawur, Kali Jenes dan lainnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI