Hujan Deras, Rangka Jembatan Gaden Hanyut ke Sungai

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Rangka jembatan yang masih dalam proses pembangunan di Dukuh Gaden, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru ambrol dan hanyut terbawa arus air setelah di wilayah tersebut turun hujan deras. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut namun lalu lintas kendaraan di jembatan ditutup total oleh petugas untuk menghindari terjadinya masalah.

Kapolsek Weru AKP Muhammad Busro, Kamis (15/11/2018) mengatakan, rangka jembatan yang ambrol dan hanyut ke sungai terjadi pada Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 15.30 WIB. Diduga penyebabnya karena hujan deras yang mengakibatkan debit air meningkat dan arus menjadi deras. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak sampai menyebabkan terjadinya korban mengingat posisi jembatan masih dalam pembangunan.

Usai kejadian tersebut petugas bersama sejumlah masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan puing puing bangunan rangka jembatan. Tidak kalah penting yakni petugas melakukan penutupan jembatan dan pengalihan arus lalu lintas di jembatan.

Kondisi jembatan yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut tidak bisa lagi dilintasi kendaraan. Demi keamanan petugas meminta pada masyarakat untuk memutar dan tidak melintasi jembatan.

Jembatan tersebut dibangun menghubungkan antara Watukelir, Kecamatan Weru, Sukoharjo dengan Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Demi keamanan masyarakat bersama dengan petugas melakukan pengamanan bersama.

"Rangka jembatan yang ambrol dan hanyut ke sungai memiliki ukuran panjang 10 meter dan lebar sekitar 8 meter. Rangka jembatan itu siap cor karena posisi sekarang masih dalam tahap pembangunan namun keburu hanyut ke sungai," ujarnya.

Proses pembangunan jembatan sudah dilaksanakan sejak Mei 2018 lalu. Selama pembangunan jembatan tidak dilakukan penutupan total namun dikerjakan separuh terlebih dahulu.

"Separuh jembatan dikerjakan dan separuh jembatan lagi dapat digunakan masyarakat. Namun akibat kejadian tersebut menyebabkan separuh jalan jembatan yang biasa dilintasi kendaraan retak," lanjutnya. 

Kepala Desa Jatingarang, Kecamatan Weru Slamet Riyadi mengatakan, jembatan yang ambrol dan hanyut ke sungai merupakan proyek pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jembatan dibangun sebagai fasilitas untuk mempermudah akses masyarakat melintas antar daerah yakni dari Jatingarang, Weru, Sukoharjo ke Cawas, Klaten. 

Pembangunan jembatan tersebut sesuai rencana akan segera selesai dan diresmikan 13 Desember mendatang. Namun karena ada kendala tersebut kemungkinan penyelesaiannya menjadi molor.

"Setelah kejadian rangka jembatan ambrol dan hanyut ke sungai membuat warga berinisiatif menutup akses jembatan," ujarnya.

Penutupan dilakukan karena khawatir menimbulkan kecelakaan akibat nekat melintasi jembatan. Sepeda motor akan dialihkan melintasi jalan kampung. Sedangkan mobil dan minibus harus memutar melalui Watukelir, Weru.

"Jembatan sudah tidak bisa dilintasi setelah ambrol dan hanyut. Kendaraan harus memutar ke jalur lainnya," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI