Hujan Mulai Turun, Petani Tembakau Was-was

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Hujan yang mulai turun membuat petani tembakau was-was. Sebab proses pengeringan yang terhambat bisa menurunkan kualitas tembakau yang akan membuat harga juga jatuh. 

Petani tembakau asal Desa Selo, Joko (30), Jumat (29/9) mengatakan, hujan mulai lelanda wilayah dilakukan pegunungan tersebut sejak sepekan terakhir. Padahal saat ini sedang puncak musim panen. Proses pengeringan yang maksimal penting dalam menentukan kualitas tembakau yang akan berpengaruh pada harga jual.

Saat ini, petani menikmati harga yang tinggi, di kisaran Rp70 ribu per kilo, setelah panen tahun sebelumnya kuantitas dan kualitas panenan anjlog karena cuaca hujan berkepanjangan. "Kalau kualitas tembakau turun karena proses pengeringan tak maksimal, harganya bisa jatuh di kisaran Rp50 ribu," katanya. 

Terpaksa untuk proses pengeringan yang normalnya memakan waktu lima jam, lanjutnya, banyak petani yang berburu matahari ke wilayah bawah, semisal di proyek tol Solo – Semarang yang membelah wilayah Boyolali. "Untuk proses pengeringan di bawah, setidaknya butuh biaya Rp300 ribu untuk sewa mobil dan tenaga. Tak apa-apa keluar biaya tambahan daripada kualitas tembakau rusak," tandasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI