Hutan Bulu Terbakar, BPBD Sukoharjo Larang Warga Bakar Sampah

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kebakaran terjadi di hutan negara di wilayah Desa Gentan, Kecamatan Bulu diduga akibat kelalaian warga yang membakar sampah dan merembet. Beruntung kebakaran tidak sampai meluas dan mampu dipadamkab petugas. Usai kejadian warga dilarang keras melakukan pembakaran mengingat kondisi sekarang kering akibat kemarau panjang dan bisa memicu kebakaran lebih besar lagi.

Baca Juga: Musim Kemarau, Siang Malam Pati Dihantui Kebakaran

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Jumat (6/9/2019) mengatakan, kebakaran terjadi pada Kamis (5/9/2019) sekitar pukul 10.30 WIB. Api kali pertama diketahui muncul disebelah selatan hutan negara disebuah tegalan milik salah satu warga. Kondisi angin kencang ditambah disekitar hutan kering membuat kebakaran dengan cepat meluas.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas untuk membantu proses pemadaman. Petugas yang datang dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran sempat mengalami kesulitan memadamkan api. Kendala dialami karena kondisi hutan berupa batu terjal dan bukit.

Air yang dibawa petugas sulit menjangkau lokasi kebakaran untuk mempercepat pemadaman. Sekitar pukul 14.00 WIB petugas akhirnya masuk menerobos hutan untuk melakukan proses pemadaman. Usaha keras dilakukan petugas mengingat luasnya hutan yang harus diselamatkan.

“Kondisi di lapangan kering dan angin kencang sehingga membuat api dengan cepat membesar. Pemadaman harus dilakukan ekstra dengan berbagai upaya tidak hanya penyemprotan air namun juga manual,” ujarnya.

Usaha tersebut akhirnya berhasil setelah api padam sekitar pukul 21.30 WIB. Meski begitu petugas masih terus melakukan pemantauan sebagai antisipasi munculnya kembali kebakaran. Hal ini dilakukan mengingat kondisi di hutan pasca kebakaran masih panas. Proses pendinginan memerlukan waktu cukup lama hingga dipastikan tidak ada lagi kebakaran.

Baca Juga: Petugas Behasil Padamkan Kebakaran Lahan kopi dan sengon di Kaloran

Usai kejadian kebakaran BPBD Sukoharjo melarang warga melakukan semua aktifitas menggunakan api. Ketegaskan dilakukan sebagai upaya meminimalisir terjadinya kebakaran di hutan.

“Membakar sampah jelas sangat dilarang pada kondisi seperti sekarang. Sebab kondisi kering akibat kemarau ditambah angin kencang membuat kebakaran rawan terjadi,” lanjutnya.

BPBD Sukoharjo sudah melakukan sosialisasi ketingkat kecamatan dan desa untuk membantu pengawasan. Khusus untuk wilayah yang memiliki kawasan hutan dan perbukitan diminta memperketat pengawasan. Sebab kebakaran bisa terjadi kapan saja dan menyebabkan kerugian tidak sedikit. (Mam)

BERITA REKOMENDASI