Ikut Asuransi Pertanian, Cegah Kerugian Berlanjut

KLATEN, KRJOGJA.com – Untuk mengantisipasi kerugian di sektor pertanian akibat gagal panen yang disebabkan bencana alam, petani dianjurkan mengikuti asurasi pertanian. Hal itu disampaikan Kepala Desa Bogor Kecamatan Cawas Klaten, Joko Riyanto kepada wartawan Jumat (16/11/2018).

Menurut Joko, asuransi pertanian sangat terjangkau. Petani hanya membayar premi sekitar Rp 10 ribu rupiah per patok/per musim tanam, ke salah satu lembaga asurasi yang dutunjuk pemerintah.

Dengan ikut asuransi pertanian, apabila terjadi gagal panen akibat bencana alam, petani akan mendapat ganti rugi dari pihak asurasi sebesar kurang lebih Rp 1 juta per patok. Hal itu  sebagai pengganti biaya produksi atau biaya olah tanah. Dengan demikian dapat meringankan beban petani saat terjadi bencana.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, Kabupaten Klaten merupakan salah satu wilayah rawan bencana alam kekeringan dan juga rawan bencana banjir. Hal ini sangat berpotensi menyebabkan kerugiaan pada petani.

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada seluruh petani di wilahnya agar mengikuti asuransi pertanian. Hal ini dikarenakan area pertanian di wilayah Desa Bogor dan Kecamatan Cawas, pada musim kemarau rawan kekeringan. Diantaranya, di Desa Bogor terdapat 25 ha tanaman padi yang puso akibat kekurangan air irigasi.

Sedangkan ketika terjadi musim penghujan pada  tahun lalu, lahan sawah juga diterjang banjir. Petani mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah per patok akibat gagal panen, karena padi terendam banjir. (Sit)

 

BERITA REKOMENDASI