Ilegal, Pabrik Pengolah Beton Direlokasi

KLATEN (KRjogja.com) – Warga Desa Mireng dan Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Klaten memprotes keberadaan pabrik pengolahan beton milik PT Kartika Jati Sentosa yang berlokasi di daerahnya, Selasa (2/8/2016). Pasalnya, selain ilegal, aktivitas pabrik telah mengganggu lingkungan sekitar.

Warga mengeluhkan debu yang bertebaran hingga suara bising mesin pabrik saat beroperasi. Dampaknya, warga yang kesehariannya berjualan makanan tak bisa lagi melanjutkan usahanya. Selain itu banyak warga yang mengeluh sakit mata dan sesak nafas.

Keluhan warga itu juga disampaikan melalui poster bernada protes dan ditempelkan di sekitar pabrik. Selain itu warga juga menyampaikannya ke Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Klaten.

Keluhan warga itu kemudian ditindaklanjuti Disperindagkop dan UMKM dengan menggelar pertemuan bersama warga, pemerintah desa dan pihak pabrik. Hasil pertemuan diketahui pabrik yang sudah beroperasi selama setahun itu belum memiliki izin operasional.

Kasi Pengawasan Pengendalian Industri Disperindagkop dan UMKM Klaten, Sardi, mengatakan, pabrik pengolahan beton milik PT Kartika Jati Sentosa yang dikeluhkan warga tersebut belum memiliki legalitas usaha. Untuk itu pihaknya menyarankan agar perusahaan segera direlokasi.

Direktur 1 PT Kartika Jati Sentosa, Prihatin, mengatakan, pihaknya memang berniat merelokasi perusahaan ke induk perusahaan yang sudah berizin yang lokasinya berjarak 500 meter. Rencananya, relokasi akan dilakukan pada Oktober mendatang. (M-7)

BERITA REKOMENDASI