Industri Konveksi Pedan Berkembang Pesat

Editor: Ivan Aditya

KLATEN (KRjogja.com) – Industri konveksi di Kabupaten Klaten semakin berkembang. Bukan hanya di wilayah Kecamatan Wedi, melainkan sudah merambah wilayah Pedan.

Salah seorang pengusaha konveksi di Tambakboyo, Pedan, Haryanto mengemukakan, masuknya pakaian impor tidak begitu berpengaruh terhadap produksinya. Hal ini dikarenakan jenis produk yang dibuatnya telah memiliki pangsa pasar tersendiri.

Desa Tambakboyo kini telah menjadi salah satu sentra konveksi selain kecamatan Wedi. Di sepanjang jalan Desa Mranggen banyak berdiri toko-toko yang menjual berbagai produk konveksi lokal tersebut.

Menurut Haryanto, produk konveksi Tambakboyo banyak dipasarkan ke wilayah Surakarta dan Yogyakarta, bahkan sampai di Semarang. Produk tersebut sudah diambil oleh para bakul, sehingga produsen dari Tambakboyo tidak perlu memasarkan secara eceran ke pasar-pasar.

Produk yang dihasilkan Haryanto didominasi kaos dan celana santai. Total produksi per minggu bisa mencapai sekitar 200 potong kaos dan 400 potong celana.

Meskipun masih khusus memenuhi pasar lokal, untuk bisa bersaing dengan kompetitor, para produsen konveksi di Tambakboyo juga terus mengikuti trend mode agar tidak ketinggalan. Selain membuat produk sesuai desain sendiri, produsen juga membuat produk berdasarkan desain yang diminta oleh konsumen.

“Untuk pakain dari kaos, khususnya untuk kaos perempuan, harus sering memperbarui model agar tidak ketinggalan. Kadang juga membuat kaos sesuai dengan pesanan, biasanya pemesanan dalam jumlah besar,” kata Haryanto.

Industri konveksi di Tambakboyo, Pedan, tersebut mulai tumbuh sejak tahun 2002, namun perkembangan pesat terjadi sejak tiga tahun. Sehubungan semakin bagusnya pasar pakaian jadi, kesejahteraan para produsen juga kian meningkat, sehingga mereka bisa mendirikan pertokoan di pinggir jalan raya.

Produsen konveksi di Tambakboyo berharap pemerintah daerah maupun pusat untuk memberikan bantuan permodalan, maupun perlausan pangsa pasar. Dengan demikian para pengusaha industri kelas rumahtangga bisa lebih bersaing di pasar global. “Kami berharap ada bantuan modal atau dibantu perluasan pasar,” tambah Haryanto. (Sit)

BERITA REKOMENDASI