Industri Sukoharjo Jadi Incaran Pencari Kerja Luar Daerah

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pertumbuhan ekonomi dengan semakin berkembang banyaknya industri berdiri di Sukoharjo menarik minat pencari kerja dari luar daerah. Tercatat sudah ada ribuan orang dari luar daerah sekarang bekerja diberbagai sektor usaha di Sukoharjo. Terbaru sekarang ada cukup banyak warga dari luar pulau jawa sedang mengurus proses bekerja di Sukoharjo. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan, Minggu (1/12/2018) mengatakan, pihaknya memperkirakan jumlah pencari kerja dari luar Sukoharjo pada tahun 2019 mengalami perkembangan signifikan. Hal itu terjadi karena semakin berkembangnya sektor usaha di Sukoharjo dengan banyaknya industri berdiri. Para pencari kerja tersebut tidak hanya berasal dari daerah Solo Raya saja namun juga luar pulau jawa.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo sudah menerjunkan petugasnya melakukan pemantauan dengan mendatangi sejumlah tempat usaha. Hasilnya diketahui ada banyak pekerja dari luar daerah bekerja diberbagai sektor usaha disejumlah wilayah di Sukoharjo. Para pekerja tersebut sebagian sudah tinggal di Sukoharjo dengan cara menempati kos maupun membeli rumah. Namun masih cukup banyak pekerja lainnya masih pulang ke daerah asalnya di Solo Raya. 

"Jika dilihat jumlahnya mungkin ada ribuan pekerja dari luar daerah bekerja di Sukoharjo. Bahkan sekarang ada pencari kerja dari luar jawa seperti dari Sumatera dan Sulawesi sedang mengajukan izin bekerja diberbagai sektor usaha di Sukoharjo," ujar Zunan.

Zunan menjelaskan, Sukoharjo memiliki daya tarik besar bagi pencari kerja dari berbagai daerah. Sebab banyak peluang dan kesempatan bekerja di Sukoharjo. Seperti di pabrik, mall, hotel, rumah sakit dan lainnya. Bahkan pekerja kasar seperti tukang bangunan juga banyak dilirik oleh pencari kerja dari luar daerah. Hal itu terjadi karena banyaknya proyek pembangunan yang dikerjakan di Sukoharjo baik milik pemerintah maupun swasta.

Fenomena pencari kerja dari luar jawa juga menjadi catatan serius Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Sebab hal itu menjadi kejadian baru mengingat biasanya orang Sukoharjo memilih mencari kerja ke luar pulau jawa namun sekarang justru sebaliknya.

Salah satu penyebabnya karena adanya informasi dari orang Sukoharjo yang pergi merantau menjadi transmigran di pulau Sumatera dan Sulawesi melalui program transmigrasi. Selain itu juga melalui kabar banyaknya lowongan kerja tersedia di Sukoharjo.

"Sekarang sudah ada beberapa orang pencari kerja dari Sumatera akan bekerja dibeberapa industri di wilayah Kecamatan Grogol. Jumlahnya kalau tidak salah sekitar 10 – 30 orang. Sekarang sedang diproses dan kemungkinan besar bisa bekerja Desember 2018 ini atau Januari 2019 mendatang," lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo dijelaskan Zunan menyambut baik kedatangan pencari kerja dari luar pulau jawa ke Sukoharjo sebagai bagian dari pemenuhan pekerja oleh pengusaha. Selain itu juga untuk mempermudah warga mendapatkan pekerja dan penghidupan dengan tidak memberlakukan batasan daerah asal.

"Banyak warga Sukoharjo merantau menjadi transmigran di Sumatera dan Sulawesi. Disana warga kita disambut baik dan sudah sewajarnya disini juga diperlakukan sama," lanjutnya.

Sementara itu pada Desember ini rencananya Pemkab Sukoharjo akan mengirim sebanyak lima kepala keluarga (KK) atau 16 jiwa sebagai peserta program transmigrasi siap diberangkatkan ke Sijunjung, Sumatera Barat. Sistem pemberangkatan sekarang akan menggunakan pesawat terbang.

Kepastian tersebut membuat Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo lega. Sebab pada awalnya masih ada keraguan soal daerah tujuan transmigrasi. Peserta mengajukan usulan meminta tujuan ke Kalimantan namun ditolak pemerintah karena dianggap terlalu padat dan dialihkan ke Sumatera Barat.

Di daerah tujuan transmigrasi di Sijunjung, Sumatera Barat peserta asal Sukoharjo akan mendapat lahan seluas dua hektare. Selain itu mendapat rumah tinggal dan jaminan hidup selama satu tahun. 

"Warga Sukoharjo peserta transmigrasi tahun 2018 akan ditempatkan di Sijunjung, Sumatera Barat untuk menggarap lahan seluas dua hektare berupa lahan pertanian tanaman sawit," lanjutnya.

Tanaman sawit dipilih karena menjadi produk andalan di Sijunjung Sumatera Barat. Selain itu juga karena mudah dalam perawatanya. Tidak kalah penting yakni nilai ekonomi yang tinggi. Dengan begitu diharapkan peserta transmigrasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraanya dalam waktu dekat. (Mam)

BERITA REKOMENDASI