Ingin Punya Istri Lagi, Suami Palsukan Buku Nikah

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Polres Sukoharjo menangkap seorang pelaku pemalsuan buku nikah. Pelaku sengaja memalsukan buku nikah demi bisa menikah lagi. Isteri resminya yang mengetahui perbuatan suaminya akhirnya melaporkan kejadian ke polisi hingga dilakukan penangkapan dan proses hukum.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Selasa (04/01/2022) mengatakan, pelaku yakni Darmadi (50) warga Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen, sedangkan korban Sugiyanti (56) warga Desa Jagan Kecamatan Bendosari Sukoharjo.

Darmadi dan Sugiyanti merupakan pasangan sah suami istri. Hal itu dibuktikan dengan adanya buku nikah resmi yang dikeluarkan Kantor Urusan Agama Kabupaten Sukoharjo. Dalam pernikahan tersebut Darmadi dan Sugiyanti dikaruniai dua anak.

Pada tahun 2012 di Cawang, Jakarta Selatan, Darmadi melaksanakan pernikahan siri dengan Hartini. Darmadi kemudian mengajukan izin kepada isterinya untuk menikah lagi namun Sugiyanti tidak mau menandatangani ikrar persetujuan suami untuk menikah.

Niat Darmadi untuk berpoligami tetap dilanjutkan dengan meminta tolong pada saksi IPA untuk mengurus buku nikah. Dalam proses tersebut pelaku membayar uang tunai sebesar Rp 2,5 juta.

Oleh IPA proses membuat buku nikah diajukan ke orang lain inisial JON hingga akhirnya buku nikah yang ditunggu pelaku Darmadi keluar. Pelaku Darmadi sengaja membuat buku nikah dengan tujuan agar mendapat pengakuan dari masyarakat jika sudah resmi menikah dengan Hartini.

Darmadi dan Hartini sendiri sudah tinggal bersama selama delapan tahun di Kampung Sengon, Kelurahan Begajah Kecamatan Sukoharjo. Kasus tersebut terungkap setelah ada warga meminjam buku nikah Darmadi dalam waktu cukup lama. Darmadi kemudian mendapat surat permintaan klarifikasi dari pihak kelurahan terkait status buku nikah.

Kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Polres Sukoharjo. Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui buku nikah yang dimiliki Darmadi dan Hartini yang dikeluarkan Kantor Urusan Agama Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Jawa Timur tersebut palsu. Berdasarkan keterangan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Jawa Timur bahwa buku nikah tersebut tidak tercatat di register Kantor Urusan Agama setempat.

“Tersangka ini menggunakan buku nikah palsu agar warga di Kampung Sengon, Kelurahan Begajah tempat tinggalnya percaya bahwa sudah menikah secara resmi dengan Hartini. Buku nikah palsu ini terbongkar setelah ada laporan dari saksi isteri sah,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, pelaku Darmadi dijerat pasal 264 ayat 1 KUHP atau pasal 264 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 8 tahun penjara. “Barang bukti yang kami amankan berupa buku nikah asli pelaku dengan isteri sah, buku nikah palsu pelaku dengan isteri Hartini dan akta cerai,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI