Inspektorat Sukoharjo Bidik ASN Malas Kerja

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Inspektorat Sukoharjo bidik Aparatur Sipil Negara (ASN) malas kerja. Hasilnya diketahui ada ASN di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) sering bolos kerja. ASN yang melanggar aturan nantinya akan diproses sesuai ketentuan dan pemberian sanksi mulai dari peringatan hingga pemecatan atau pemberhentian.

Inspektur Pemkab Sukoharjo Djoko Ipung Poernomo, Kamis (22/8) mengatakan, ada laporan masuk ke Inspektorat Sukoharjo karena melakukan pelanggaran disiplin sering tidak masuk kerja tanpa alasan. Laporan masuk setelah ada temuan dari tim gabungan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) disejumlah OPD. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan terhadap ASN bersangkutan. Pemeriksaan pertama dilakukan oleh OPD tempat asal ASN bekerja. Selain itu juga melibatkan sejumlah OPD terkait lainnya. 

Pada pemeriksaan tersebut ASN bersangkutan sudah mengakui kesalahan dan siap bekerja sesuai aturan lagi. Inspektorat kemudian melakukan pemantauan lagi terhadap ASN bersangkutan. Hasilnya diketahui ASN tersebut kembali melakukan pelanggaran lagi dengan sering bolos kerja. 

"Posisi sekarang ada satu ASN di salah satu OPD yang kedapatan sering bolos kerja. Atasan atau kepala OPD bersangkutan kami minta segera menindak. Inspektorat Sukoharjo secara umum juga akan memantau kinerja ASN," ujarnya.

Aturan yang dipakai Inspektorat Sukoharjo yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS atau ASN. Ipung menjelaskan, dalam aturan tersebut ASN wajib menaati termasuk pemberian sanksi apabila melakukan pelanggaran.

"Pelanggaran ringan minimal bolos satu kali itu cukup diserahkan ke atasan atau pimpinan OPD. Tapi kalau pelanggaran berat nanti akan ditangani oleh tim gabungan Pemkab Sukoharjo termasuk didalamnya Inspektorat. Sanksi terberat bisa sampai ke pemberhentian," lanjutnya.

Inspektorat dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja ASN menggunakan beberapa cara seperti menerjunkan petugas. Selain itu juga memeriksa absen sidik jari di masing masing OPD. Pemeriksaan dilakukan karena wajib dilakukan untuk mengetahui data kinerja ASN. (Mam)

BERITA REKOMENDASI