Intensitas Hujan Tinggi Tingkatkan Produktivitas Petani

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI (KRjogja.com) – Hujan berkepanjangan yang masih kerap turun selama musim kemarau kali ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi sebagian petani, terutama petani lahan tadah hujan. Bila biasanya mereka hanya menanam dua kali dalam setahun dengan tanaman, kali ini mereka bisa melakukan tiga kali penanaman.

Kabid Sarana Prasarana dan Perlindungan Paska Panen Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Boyolali, Ibnu Sutopo, Rabu (20/07/2016) menjelaskan, meski sudah memasuki bulan Juli, namun intensitas hujan yang turun di wilayah Boyolali masih cukup tinggi. Hal tersebut memungkinkan petani di lahan tadah hujan yang lahannya banyak tersebar di wilayah Boyolali utara seperti di Kecamatan Wonosegoro, Kemusu, Juwangi, Karanggede, Simo , Sambi dan sebagian Ngemplak mampu melakukan penanaman lebih sering dari biasanya.

Padahal biasanya, saat musim kemarau tiba, petani di areal lahan tadah hujan mengistirahatkan lahannya atau membiarkannya bero karena ketidak tersediaan air irigasi. “Biasanya setahun menanam dua kali. Namun karena hingga pertengahan bulan kemarau sekarang hujan masih turun petani bisa menanam sampai tiga kali. Biasanya petani di lahan tadah hujan menanam padi atau palawija,” kata Ibnu.

Dengan frekuensi penanaman yang lebih banyak, ia mengatakan hal tersebut pasti berkontribusi pada peningkatan produksi pangan. Meski diliputi optimisme, petani juga mesti waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu yang bisa merusak dan menurunkan hasil panen. Antisipasinya, petani bisa menyiapkan sumur pompa sebagai kesediaan cadangan air untuk merawat tanaman, bila tiba-tiba intensitas hujan berkurang atau berhenti sama sekali. (M-9)

BERITA REKOMENDASI