Jadikan Sukoharjo Lumbung Beras, Petani Gropyokan Tikus Serentak

Gropyokan tikus juga dikatakan Etik sangat bermanfaat serta aman karena bisa menjaga semangat gotong royong. Disisi lain, petani dilarang menggunakan jebakan tikus menggunakan aliran listrik untuk memberantas hama karena membahayakan dan mematikan.

Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, Kabupaten Sukoharjo sebagai lumbung pangan nasional perlu terus dijaga. Usaha tidak hanya pada satu sisi saja, namun juga banyak hal harus dikerjakan bersama demi peningkatan produktivitas panen padi. Salah satu usaha tersebut seperti gropyokan tikus. Sebab hama tikus sangat meresahkan petani termasuk pemerintah karena sangat terasa besar dampaknya terhadap penyediaan stok pangan.

“Pola tanam serentak dan gropyokan tikus bersama menjadi kunci penting usaha peningkatan produktivitas panen padi. Hasil panen padi petani Sukoharjo sangat besar diharapkan pemerintah sebagai penyediaan pangan nasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, mengatakan, fenomena La Nina yang terjadi saat ini diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan di Kabupaten Sukoharjo. Akibat yang terjadi dengan adanya anomali iklim ini adalah berkembangnya organisme pengganggu tanaman.

Serangan organisme pengganggu tanaman komulatif tahun 2020 adalah, penggerek batang 295 hektar, wereng batang cokelat 577 hektar, tikus 651 hektar, blast 16 hektar, BLB 21 hektar. Dari serangan organisme pengganggu tanaman tersebut mengakibatkan puso seluas 6 hektar di Kecamatan Mojolaban dampak dari serangan hama tikus.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mencatat serangan organisme pengganggu tanaman komulatif sampai dengan akhir Maret 2021 adalah, penggerek batang 98 hektar, wereng batang cokelat 64 hektar, tikus 180 hektar, BLB 46 hektar.

“Dari data diketahui secara komulatif tahun 2020 serangan hama tikus terjadi di lahan seluas 651 hektar dan sampai dengan Maret 2021 ada 180 hektar. Gropyokan tikus ini sangat penting bagi petani agar hasil panen melimpah dan produktivitas pangan meningkat bagi pemerintah,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI