Jadikan Sukoharjo Lumbung Beras, Petani Gropyokan Tikus Serentak

Netty menambahkan, serangan hama tikus sangat membahayakan apabila terus dibiarkan karena dapat mengganggu stabilitas pangan. Sebab hama tikus bersifat merusak dan menurunkan hasil panen padi petani.

“Pola tanam serentak wajib dilakukan petani untuk memutus siklus serangan hama tikus. Apabila terlanjur ada hama tikus maka sangat efektif dilakukan pemberantasan dengan kegiatan gropyokan serentak,” lanjutnya.

Kepala Desa Pranan, Kecamatan Polokarto Jigong Sarjanto mengatakan, gropyokan tikus melibatkan banyak petani asal Desa Pranan, Kecamatan Polokarto dan desa lainnya. Hal ini dilakukan agar pemberantasan hama tikus efektif sehingga bisa menghasilkan panen melimpah.

“Hama tikus sudah sangat meresahkan petani sejak tahun 2020 lalu sampai sekarang. Perlu gropyokan tikus serentak untuk mematikan hama,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI