Jaga Inflasi, Produksi Cabai Boyolali Digenjot

BOYOLALI, KRJOGJA.com- Wilayah Selo, dengan iklim pegunungan, menjadi salah satu lokasi pengembangan cabai, salah satunya adalah cabai keriting varietas OR42. Diharapkan ke depan, wilayah Boyolali bisa menjadi pemasok utama cabai untuk wilayah Soloraya. 

Dalam panen cabai di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, yang dimulai pekan lalu, hasil panenan sangat menjanjikan. Dari lahan seluas 10 hektar yang dikelola dua kelompok tani dengan metode penanaman modern, panen yang dihasilkan mencapai 2 ton. Dengan harga pasaran saat ini sebesar Rp10 ribu/kg, hasil yang diraup petani cukup menguntungkan. 

"Diharapkan nanti Boyolali bisa menjadi lumbung cabai untuk memasok kebutuhan di wilayah Soloraya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Boyolali, Bambang Jiyanto, Selasa (19/3). 

Dia menilai, produksi cabai memang harus digenjot untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kestabilan harga, sebab cabai merupakan salah satu komoditas yang bisa menyebabkan inflasi. Untuk mencapai target sebagai lumbung cabai, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Holtikultura telah memberikan bantuan kepada petani cabai di Boyolali, diantaranya benih, alat pemanen, hingga pupuk. 

Melihat hasil panen perdana ini, ia optimis produksi cabai bisa digenjot dengan penerapan metode penanaman yang lebih efektif, modern dan tentunya ramah lingkungan. Penanaman cabai varietas OR42 juga sangat potensial untuk diperluas untuk menggenjot produksi cabai, sebab masa tanam hingga panen hanya membutihkan waktu tiga bulan saja. (Gal)

 

BERITA REKOMENDASI