Jaga Jarak Masih Diberlakukan di Trafficlight di Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Jaga jarak pengendara sepeda motor masih diterapkan di trafficlight di Sukoharjo. Selain itu pengetatan pengawasan juga masih berlaku khususnya terhadap penumpang angkutan umum dan bus saat datang di terminal. Hal tersebut dilakukan menyusul naiknya status Kabupaten Sukoharjo menjadi zona merah atau tingkat penularan virus corona tinggi.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro, Selasa (20/10/2020), mengatakan, protokol kesehatan masih berlaku dibidang perhubungan seperti jaga jarak bagi pengendara sepeda motor di trafficlight, pengawasan penumpang angkutan umum dan bus, juga penutupan sementara car free day (CFD) disemua wilayah di Sukoharjo. Dishub Sukoharjo menerapkan pengetatan tersebut menyusul naiknya status Kabupaten Sukoharjo dari sebelumnya zona oranye menjadi zona merah atau tingkat penularan virus corona tinggi.

Status zona merah tersebut membuat Dishub Sukoharjo semakin memperketat wilayah. Masyarakat diminta untuk patuh terhadap protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus corona.

“Pencegahan tidak hanya memakai masker saja, tapi juga jaga jarak bagi pengendara sepeda motor saat berhenti di trafficlight. Aturan itu masih berlaku dan memang kondisi sekarang semakin banyak pelanggaran mengingat marka berupa garis putih di trafficlight dibeberapa lokasi sudah memudar bahkan hilang,” ujarnya.

Toni mengatakan, Dishub Sukoharjo beberapa waktu lalu membuat marka cat putih selayaknya circuit grade ajang balap motor disejumlah trafficlight. Hal itu dibuat untuk jaga jarak bagi pengendara sepeda motor saat berhenti demi mencegah terjadinya penularan virus corona di jalan raya. Karena sudah lama maka marka tersebut memudah dan pengendara sepeda motor mengabaikan protokol kesehatan.

BERITA REKOMENDASI