Jalani Isolasi Terpusat, Gugus Tugas Jemput 27 Warga Positif Corona

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO, KRJOGJA.com- Sebanyak 27 warga terkonfirmasi positif virus corona berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Kartasura dijemput petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo untuk menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali dan di Mercy Rumah Sakit UNS Kartasura.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Minggu (1/8/2021) mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan tindakan tegas pada Sabtu (31/7/2021) dengan menjemput total 27 warga terkonfirmasi positif virus Corona.
Penjemputan dilakukan setelah melihat kondisi warga tersebut tidak memungkinkan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Beberapa kendala dihadapi salah satunya demi mencegah penyebaran virus Corona di rumah karena ada beberapa anggota keluarga tinggal bersama.

Mereka yang menjalani isolasi terpusat rinciannya, delapan orang berasal dari Desa Makamhaji, tujuh orang dari Desa Pabelan, enam orang dari Desa Singopuran dan enam orang dari Desa Pucangan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada pihak keluarga untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab sebelumnya mereka sempat tinggal satu rumah. Pencegahan penularan virus Corona dilakukan sejak awal agar pihak keluarga tidak tertular.

“Saat ini kasus positif virus Corona aktif di wilayah Kecamatan Kartasura mencapai lebih dari 250 kasus. Angka tersebut melebihi kasus positif virus Corona aktif di 11 kecamatan lainnya,” ujar Yunia.

Yunia Wahdiyati mengatakan, penambahan kasus positif virus Corona masih terus terjadi di Kabupaten Sukoharjo setiap hari. Namun melihat perkembangan data pada sepekan terakhir dan pekan sebelumnya diketahui ada penurunan angka.

“Dilihat dari data akumulasi memang naik. Tapi melihat perbandingan data sepekan terakhir dan pekan sebelumnya ada penurunan temuan kasus virus Corona. Dari sebelumnya diatas 100 kasus per hari turun menjadi 80 kasus per hari. Mudah-mudahan terus terjadi penurunan kasus,” ujarnya.

Yunia menambahkan, penurunan angka temuan kasus virus Corona sepekan terakhir belum berdampak pada turunnya BOR di rumah sakit sebagai tempat isolasi mandiri. Sebab angka BOR sekarang masih tinggi mencapai 90 persen.

Kondisi bed untuk penanganan gawat darurat di rumah sakit bahkan sudah penuh. Pihak rumah sakit juga dihadapkan masalah dengan keterbatasan oksigen untuk penanganan kasus virus Corona.

“Bed ICU sudah penuh semua dan perkembangan penanganan virus Corona di rumah sakit terus kami pantau,” tandas. (Mam) 

BERITA REKOMENDASI