Jalur Evakuasi Merapi akan Diperbarui

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com ‎– Jalur evakuasi di wilayah radius tiga kilometer dari puncak Merapi akan diperbarui. Hal itu dilakukan untuk antisipasi erupsi Merapi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Saat ditemui wartawan pekan lalu, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi kelaikan jalur-jalur evakuasi Merapi di radius 25 kilometer dari puncak Merapi ‎dan hasilnya masih dinilai baik. Jalur-jlaur tersebut sudah siap digunakan bilamana terjadi aktivitas vulkanik Merapi yang mengharuskan adanya evakuasi.

Namun untuk memantapkan kesiapan jalur, pihaknya akan melakukan pembaharuan ataupun perbaikan jalur, terutama di wilayah dalam radius tiga kilometer dari puncak Merapi. Diantaranya yakni jalur evakuasi di wilayah Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. "Nanti akan kita cek untuk jalur-jalur evakuasi di wilayah yang paling rawan di ring 1 Merapi," terangnya.

Untuk memantapkan kesiapan menghadapi ancaman erupsi Merapi, pada tahun ini akan ada kerja sama antar tiga wilayah, yakni Boyolali, Klaten, dan Magelang. Kerja sama tersebut ditujukan untuk upaya mitigasi dan pengurangan resiko bencana.

Pihaknya juga sudah membentuk sister village antara desa desa di Ring 1 Merapi yang berada di Kecamatan Selo, Musuk, dan Cepogo, dengan desa di wilayah yang aman dari ancaman Merapi, yakni di Kecamatan Boyolali Kota, Mojosongo, dan Ampel. "Ada17 desa di ring 1 yang sudah menjalin sister village. Jadi kalau ada bencana Merapi, warga desa langsung dievakuasi ke desa di wilayah aman yang sudah menjalin kerja sama," tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto mengatakan, khusus untuk menghadapi ancaman bencana Merapi, tiap tahun pihaknya menganggarkan anggaran belanja tak terduga sebesar Rp 2 miliar. Namun karena selama lima tahun ini tak ada kejadian bencana Merapi, anggaran tersebut tak terpakai.

"‎Meski selama ini tak terpakai, namun tiap tahun anggaran belanja tak terduga selalu kita siapkan untuk antisipasi bila sewaktu-waktu terjadi bencana erupsi," tandasnya. (R-11)

BERITA REKOMENDASI