Jalur Mudik di Sukoharjo Mulai Dipersiapkan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Jalur disemua wilayah di Sukoharjo dianggap sama sebagai jalur utama saat arus mudik dan balik lebaran mendatang. Sebab jalan yang tadinya hanya sebagai alternatif di wilayah pinggiran justru sering dipadati kendaraan pemudik. Petugas akan melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi pelanggaran tonase atau muatan yang jadi penyebab kerusakan jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indrianto, Minggu (7/5) mengatakan, secara umum persiapan untuk arus mudik dan balik lebaran sudah dilakukan setelah turun instruksi dari pusat. Namun secara khusus masih belum karena butuh rapat koordinasi lanjutan dengan berbagai pihak.

Persiapan yang dilakukan Dishub Sukoharjo salah satunya menyangkut jalur mudik lebaran. Sudah dilakukan pemetaan jalan yang akan dilintasi pemudik baik dengan tujuan akhir di Sukoharjo maupun sebagai perlintasan saja.

Hasil pemetaan diketahui banyak jalan yang tadinya hanya sebagai jalur alternatif justru sering dilintasi kendaraan pemudik. Hal tersebut sudah diketahui sejak beberapa kali arus mudik dan balik lebaran.

Pemudik memilih menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan panjang kendaraan di jalur utama. Akibatnya penumpukan kendaraan di jalur alternatif pada jam tertentu tidak bisa dihindarkan.

“Dalam perkembanganya pemudik sudah hafal jalur. Apalagi sekarang dengan perkembangan teknologi masyarakat bisa mengakses jalan yang akan dilintasi menggunakan bantuan internet,” ujar Djoko Indrianto.

Padatnya jalur alternatif membuat petugas harus melakukan pengaturan lalu lintas. Sebab dimungkinkan muncul pelanggaran dimana kendaraan melintas pada jalan yang bukan kelasnya. Akibatanya jalan rawan mengalami kerusakan dan berpengaruh pada lingkungan sekitar.

“Jalan alternatif yang dimaksud tidak hanya jalan besar namun juga sudah ke pedesaan. Sebab jalan di desa saja juga banyak dilintasi pemudik,” lanjutnya.

Djoko mengatakan, kondisi jalan di Sukoharjo bahkan di perkampungan sudah dalam kondisi baik. Perbaikan dilakukan dengan menggunakan berbagai sumber dana termasuk bantuan dari Pemkab Sukoharjo.

“Jalan penghubung antar desa dan kecamatan kalau dipakai sebagai jalur alternatif pemudik semisal mobil masih boleh. Tapi kalau bus besar jelas dilarang,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI