Jalur Solo – Selo – Borobudur Siap Dilintasi Pemudik

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Jalur Solo – Selo – Borobudur (SSB) yang menjadi jalur utama Boyolali – Magelang, siap digunakan untuk menampung arus mudik. Saat ini proses pengerjaan betonisasi badan jalan dan pembuatan talud serta penguat tebing telah dihentikan untuk sementara dan akan diteruskan setelah lebaran.

Memasuki H-5 lebaran, masih belum terlihat peningkatan volume kendaraan di jalur wisata tersebut. Sebagaimana hari biasa, rata-rata kendaraan yang melintas adalah kendaraan lokal milik warga setempat saja. Biasanya dalam musim lebaran, jalur ini akan padat dilintasi kendaraan pemudik ataupun warga yang akan berwisata di lereng Merapi – Merbabu.

Pengawas jalur SSB Bina Marga Jawa Tengah, Sumarwan mengatakan, meski dalam proses perbaikan, jalur SSB sudah siap untuk dilewati pemudik. Titik-titik yang mengalami kerusakan, yakni di jalur Cepogo – Selo sudah selesai diperbaiki akhir tahun lalu.

Sementara di jalur Selo hingga Desa Jrakah di perbatasan Magelang, proses pengerjaan sudah dihentikan sejak H-10 lalu dan baru akan dilanjutkan pada H+8 lebaran mendatang. Sebab berbeda dari wilayah lain, tradisi lebaran di wilayah Selo biasanya berlangsung selama seminggu, sehingga pengerjaan dilakukan menunggu aktivitas lebaran masyarakat benar-benar selesai.

“Kondisi jalan sudah nyaman, tak ada beda tinggi antar lajur sehingga jalur bisa dilewati dari kedua arah. Material perbaikan sudah disingkirkan dari sisi jalan. Lubang-lubang jalan juga sudah ditambal agar pemudik nyaman melintas,” terang Sumarwan.

Meski demikian, ada satu titik di jalur di bawah kewenangan provinsi tersebut yang diperkirakan akan agak tersedat jika terjadi peningkatan arus kendaraan, yakni di Jembatan Kali Grawah di Desa/Kecamatan Cepogo, yang ambrol beberapa waktu lalu. Karena masih menggunakan jembatan darurat, jembatan dibuka hanya sejalur saja secara bergantian dengan sistem buka tutup.

“Jembatan Kali Grawah kita kontrol. Tiap tiga hari kita cek kondisi jembatan. Namun sampai saat ini belum ada informasi kapan pembangunan jembatan tersebut dilakukan,” tambahnya.

Diinformasikan, perbaikan jalur SSB dengan betonisasi di ruas Selo – Jrakah sepanjang tujuh km saat ini sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober mendatang. (R-11)

BERITA REKOMENDASI