Jambu Air Deli Serdang Dikembangkan di Boyolali

BOYOLALI (KRjogja.com) – Jambu air lokal dari Deli Serdang, Sumatra Utara, yang lebih dikenal dengan Jambu Madu Hijau, mempunyai potensi yang sangat  menggiurkan untuk dibudidayakan. Selain nilai ekonomis yang tinggi,  budidaya jambu tersebut cukup mudah karena tidak membutuhkan lahan yang luas.

Sebagaimana dikembangkan di Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, sebanyak 400 indukan cukup dibudidayakan lahan seluas 2.500 meter persegi saja.  Indukan berusia satu setengah tahun dengan tinggi dua meter tersebut sudah dua kali panen, sebab panen pertama pohon jambu endemik asli Sumatra tersebut dilakukan di usia sembilan bulan dan dalam setahun mampu dipanen hingga tiga kali.

Pengelola Perkebunan Kraton Nursery Imam Murod yang mengembangkan budidaya tersebut, Jumat (22/07/2016) menjelaskan jambu air tersebut mempunyai  tingkat kemanisan tertinggi untuk jenis buah jambu, mencapai 14,5 brix. Dengan berat rata-rata per biji 1,5 ons, satu kg berisi tujuh sampai delapan buah dijual seharga Rp 35 ribu. bahkan untuk di pasar Jakarta, per kilonya mencapai Rp 50 ribu.

Ia menyakini, bila  dikembangkan secara tepat, buah lokal ini dinilai akan mampu mengimbangi  buah impor, baik dari segi kualitas dan kuantitas. "Karena permintaan pasar cukup tinggi sedangkan produksi masih terbatas,  untuk penjualan kami batasi maksimal 2 kg per pembeli. Bibitnya pun kami  jual agar bisa dibudidayakan masyarakat secara luas,” ujarnya. (M-9)

BERITA REKOMENDASI