Jasad Sri Sumarti Ditemukan di Ngawi

SUKOHARJO,KRJOGJA.com – Sri Sumarti (49) warga Desa Kadokan, Kecamatan Grogol hanyut di Kali Samin sejak Kamis (2/1) jasadnya akhirnya ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo di bawah jembatan sari, Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (11/1) malam. Petugas sudah melakukan evakuasi dan menyerahkan jasad Sri Sumarti pada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan pada Minggu (12/1) pagi.

Kasi Operasi Air SAR Sukoharjo Ari Andrianto, Minggu (12/1) mengatakan, SAR Sukoharjo sudah melakukan pencarian terhadap Sri Sumarti langsung begitu mendapat informasi hanyut di Kali Samin pada Kamis (2/1) lalu. Proses pencarian melibatkan petugas gabungan baik di Sukoharjo maupun daerah lain di Solo Raya hingga Ngawi, Jawa Timur. Tim gabungan dilibatkan mengingat aliran Kali Samin ke Sungai Bengawan Solo mengalir dari Sukoharjo hingga ke Ngawi, Jawa Timur.

Proses pencarian terhadap Sri Sumarti dilakukan cukup lama hingga Jumat (10/1) lalu. Pada saat itu petugas sempat menghentikan pencarian karena jasad Sri Sumarti tidak kunjung ditemukan. Petugas sudah melakukan usaha keras dengan memantau disejumlah titik. 

Jasad Sri Sumarti akhirnya ditemukan setelah dilihat warga mengapung di aliran sungai di bawah jembatan sari, Ngawi, Jawa Timur pada Sabtu (11/1) malam. Temuan tersebut membuat warga kaget dan melaporkannya pada petugas.

Petugas akhirnya datang melakukan proses evakuasi dan pemeriksaan terhadap jasad yang ditemukan mengapung di sungai di bawah jembatan sari Ngawi, Jawa Timur. Hasil pemeriksaan menunjukan kecocokan dengan Sri Sumarti yang hanyut di Kali Samin, Kadokan, Grogol, Sukoharjo.

"Jasad Sri Sumarti sudah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan. Petugas juga sudah menyerahkan pada pihak keluarga untuk segera dimakamkan," ujarnya.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Surakarta, Arief Sugiyarto, Jumat (3/1) mengatakan, Sri Sumarti diketahui hilang dan dilaporkan ke petugas diduga hanyut di Kali Samin pada Kamis (2/1) sore. Sejak saat itu petugas dari tim gabungan langsung melakukan pencarian. Penyisiran dimulai dari titik awal dilaporkan hilang. 
Petugas mengalami kesulitan saat melakukan pencarian terhadap Sri Sumarti karena kendala cuaca dan medan. Sebab saat penyisiran dilakukan turun hujan deras. Selain itu medan di Kali Samin juga sulit karena arus air deras. 

Proses pencarian juga dilakukan petugas dari tim gabungan hingga malam hari. Petugas menggunakan lampu untuk mempermudah penerangan di lokasi. Namun hasilnya masih nihil karena Sri Sumarti belum ditemukan. 

Sri Sumarti kali pertama diketahui hilang setelah pamitan kepada pihak keluarga untuk pergi ke tanggul Kali Samin sekitar pukul 08.30 WIB. Namun Sri Sumarti tidak kunjung pulang dan membuat keluarga resah. Pihak keluarga sudah melakukan pencarian dan hanya menemukan bekas telapak kaki pada tanah dekat tanggul Kali Samin.  “Proses pencarian sulit karena medan berat di Kali Samin dan terkendala juga cuaca hujan deras,” ujarnya.  (Mam)
 

BERITA REKOMENDASI