Jelang Libur Nataru, Stok Kebutuhan Pokok Dipantau Ketat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kebutuhan pokok dipantau ketat petugas baik dari ketersediaan barang maupun harga menjelang Natal dan Tahun Baru. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo meminta kepada lurah pasar untuk aktif memantau kondisi. Petugas juga akan melibatkan distributor besar untuk menjamin tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Kamis (5/12/2019) mengatakan, pemantauan sudah dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo disemua wilayah baik di pasar tradisional, gudang penyimpanan barang milik distributor, hingga ke beberapa pusat perbelanjaan modern. Hasilnya stok barang mencukupi dan kemungkinan tidak sampai menyebabkan kelangkaan.

Petugas di lapangan dalam melakukan pemantauan juga melihat dari dekat kualitas barang khususnya kebutuhan pokok. Barang dipastikan harus dalam keadaan baik dan layak konsumsi. Apabila ada temuan kerusakan maka petugas meminta kepada pedagang dan distributor untuk menyingkirkan atau tidak dijual ke masyarakat.

Temuan di lapangan petugas mendapati ada sedikit kenaikan terhadap beberapa barang kebutuhan pokok. Hal itu dipicu karena faktor banyaknya permintaan masyarakat. Selain itu dibeberapa komiditas stok barang juga terbatas.

Kenaikan harga tersebut seperti terjadi pada komiditas telur ayam dari sebelumnya sekitar Rp 20.000-Rp 21.000 per kilogram sekarang naik menjadi Rp 24.000 per kilogram, cabai sebelumnya Rp 14.000-Rp 15.000 per kilogram sekarang naik menjadi Rp 17.000-Rp18.000 per kilogram.

Untuk kenaikan harga cabai juga disebabkan karena faktor suplai dari petani terbatas. Sebab banyak tanaman cabai ditingkat petani banyak yang mati akibat kemarau panjang.

“Secara umum kondisi stok barang dan harga masih normal menjelang Natal dan Tahun Baru. Petuga sudah kami kerahkan untuk melakukan pemantauan secara ketat. Artinya apabila ada kelangkaan barang dan kenaikan harga maka langsung dilakukan penanganan,” ujarnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo meminta kepada semua lurah pasar tradisional untuk aktif memantau kondisi di pasar. Perkembangan stok barang dan harga dipantau setiap hari untuk mengetahui kondisi.

“Para distributor juga kami libatkan karena mereka yang mengatur distribusi barang. Jangan sampai pedagang di pasar tradisional kehabisan stok dagangan,” lanjutnya.

Lurah Pasar Ir Soekarno Sukarno Widadi Nugroho mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi stok dan harga barang kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru. Kondisi sekarang masih normal dan belum ada gejolak.

“Stok barang masih banyak tapi ada beberapa kenaikan harga seperti cabai. Tertinggi harga cabai rawit merah pada Senin (2/12/2019) kemarin masih Rp 22.000 per kilogram maka Kamis (5/12/2019) naik menjadi Rp 25.000 per kilogram,” ujarnya.

Kenaikan harga cabai masih dianggap wajar karena hanya sedikit saja naiknya. “Masih wajar naik sedikit tapi stok masih banyak. Kami pantau terus sampai menjelang Natal dan Tahun Baru nanti,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI