Jelang Ramadhan, Perajin Tembaga Tumang Banjir Pesanan

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Bulan Ramadhan, mendatangkan berkah tersendiri bagi pengrajin tembaga di Dukuh Tumang, Desa Cepogo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya pesanan berbagai macam ornamen masjid yang telah dipesan beberapa hari terakhir ini.

Salah satunya yang dirasakan oleh pengrajin asal dukuh tersebut, Sidik Murdoko yang mengaku mendapat pesanan ornamen masjid serta lampu replika Masjid Nabawi, pintu dan kubah. Pesanan tersebut berasal dari Magetan dan Aceh dengan masa pengerjaan sekitar 2,5 bulan dengan dibantu oleh 11 pekerja.

“Otomatis permintaan (saat pandemi) agak kurang tetapi menjelang bulan suci Ramadhan, khusus untuk ornamen masjid itu agak meningkat. Biasanya ada satu dua, ini ada pesanan tambahan. Mungkin itu berkahnya bulan Ramadhan,” katanya saat dijumpai di showroom tempatnya bekerja di dukuh setempat, Senin (14/03/2022).

Dari bahan baku yang di dapat dari Surabaya, ia mematok harga berbeda tiap ornamen yang dibuat. Untuk pintu, ia mematok harga Rp 89 juta, sedangkan replika lampu dihargai Rp 96 juta, kubah diameter dua meter senilai Rp 23 juta serta kubah diameter 1,5 meter seharga Rp 21 juta.

Terpisah, Kepala Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo Mawardi saat ditemui di kantornya mengungkapkan Tumang sudah lama dikenal sebagai penghasil kerajinan berbahan dasar tembaga dan kuningan yang bervariasi dan tahan lama. Diakui, semenjak pandemi merebak para pengrajin mengalami penurunan pesanan. Namun kini, menjelang Ramadhan sudah ada peningkatan pesanan sekitar 50 persen.

“Mulai awal tahun 2022 itu sudah mulai bagus ada kenaikan sekitar 50 persen dari pada saat awal awal pandemi. Jadi sekarang untuk orderan sudah ada, geliat masyarakat sudah mulai jalan,” katanya.

Dilanjutkan olehnya, dari 2.000 pengrajin tembaga terdapat 200 orang mampu membuka showroom dan mampu menghidupi serta memutar roda perekenomian. Sebanyak 50 persen dari total penduduk Kecamatan Cepogo sekitar 9.000 ini memilih kerajinan tembaga sebagai sumber penghasilan.

Terlebih kini, kerajinan tembaga Tumang di Dusun Tumang, desa Cepogo Kecamatan Cepogo yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Artinya, perlu upaya perlindungan, pengembangan, pembinaan dan pemanfaatan seni kriya logam Tumang.

“Harapan kami memberikan proteksi kepada genetika yang ada di Desa Cepogo Kecamatan Cepogo ini khususnya Tumang sehingga mau dikerjakan dimanapun itu tetap membawa nama Tumang,” tandasnya. (R-3)

BERITA REKOMENDASI