Jembatan Putus Hambat Warga Gempolan Menuju Titik Kumpul

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Jembatan penghubung antardusun di Desa Gempolan, Kerjo mendesak diperbaiki. Akses vital menuju titik kumpul saat terjadi bencana alam itu kini makin kritis akibat pergerakan tanah.

“Jembatan itu menghubungkan Dusun Kesongo ke Sidomulyo yang masih masuk wilayah Desa Gempolan. Kondisi sekarang, jalan di jembatan itu membengkah akibat desakan dari bawah tanah. Sulit dilalui kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua pun harus berhati-hati lewat. Bisa dibilang kerusakan itui menyebabkan akses dua dusun itu terputus,” kata Kepala Desa Gempolan, Kerjo, Sukiman kepada KRJOGJA.com, Rabu (02/05/2018).

Tanda-tanda longsor bukan sekali saja muncul, terhitung beberapa kali terjadi retakan tanah tanah yang memaksa warga mengungsi. Sukiman mengatakan jembatan itu terputus akibat retakan tanah pada 2017 dan retakan menjalar ke enam rumah warganya.

“Panjang retakan hampir 300 meter sedangkan lebar bengkahannya 60 sentimeter. Memutus jalan ke jembatan. Titik retakannya di kebun karet dan tiga rumah warga di sekitar lahan PTPN,” katanya.

Sukiman juga menceritakan peristiwa longsor di wilayahnya pada 2007, 2014 dan 2016. Sebanyak 15 rumah direlokasi ke tanah desa usai longsor pada 2014. Terkait perbaikan jembatan antardusun, ia sangat berharap bisa terealisasi tahun ini.

“Jembatan itu menuju rumah pak Kadus yang dipakai titik kumpul. Menghubungkan Rt 01 ke Rt 02. Informasi dari BPBD akan dibangun tahun ini. Kalau dibiarkan saja, kami harus memutar sampai empat kilometer. Padahal kalau lewat jembatan itu , paling-paling jaraknya hanya 200 meter ke titik kumpul,” katanya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko mengatakan pembangunan jembatan di Gempolan telah dimintakan anggaran mendahului penetapan APBD perubahan 2018. Nilainya Rp 200 juta. Diajukan pula dana pembuatan jalur evakuasi dari Dusun Kesongo ke Dusun Sidomulyo.

“Pengajuan ini sedang diverifikasi tim. Apabila lancar proses administrasinya, bisa dikerjalan akhir Mei atau awal Juni. Waktu pengerjaannya tiga bulan,” katanya.

Pascaputusnya jembatan di jalur utama Kesongo-Sidomulyo, mobilitas warga mengandalkan jembatan sesek. Di sarana darurat itu, kendaraan tidak bisa lewat secara simpangan atau harus satu persatu secara bergantian. (Lim)

BERITA REKOMENDASI